Menggapai Cita-Cita Berkat Beasiswa Unggulan Kemendikbud

42
4100
Berpose di depan Kampus sekitar bulan Februari 2013. Salju hanya turun 1x per tahun di kota Nantes, untuk itu hari tersebut cukup spesial.

Semenjak perkuliahan sarjana, saya bermimpi untuk melanjutkan ke jenjang S2 di luar negeri. Saya penasaran dengan kompetisi dan kualitas pendidikan yang notabene lebih unggul dari tanah air. Sayangnya, saya lulus tanpa predikat cum laude sehingga saya merasa ragu bahwa saya mampu mendapatkan beasiswa. Saya pun memilih untuk bekerja terlebih dahulu di sebuah perusahaan swasta selama hampir 3 tahun (2008-2011) sambil mendaftar kuliah S2 dan berburu beasiswa.

Saya mendaftar pada beberapa universitas di Eropa sambil mendaftar ke program beasiswa yang cukup populer seperti Chevening, DAAD, BGF, StuNed, dan beasiswa Total E&P Indonésie. Meski saya diterima di beberapa kampus namun sedihnya belum ada beasiswa yang saya dapatkan. Kebimbangan melanda karena usia yang semakin bertambah membuat saya tak bisa menunda keberangkatan terlalu lama. Lalu saya memutuskan untuk menggunakan seluruh tabungan saya untuk berangkat ke Perancis.

Jawaban Atas Usaha dan Do’a Saya: Beasiswa Unggulan

Agustus 2011, saya tiba di Perancis masih berstatus non-beasiswa. Supaya tidak ketinggalan info, saya langsung join milis Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Betul saja, tidak lama sekitar bulan oktober ada informasi bahwa Beasiswa Unggulan Kemendikbud masih terbuka. Lucunya, pada saat itu saya masih belum tergerak untuk mendaftar karena bingung apakah pendaftaran ini dimaksudkan untuk mereka yang masih di Indonesia, atau bagi mereka yang memang sudah di Perancis.

Pada akhir bulan Oktober 2011, saya secara tidak sengaja bertemu dengan ketua PPI Perancis saat itu yaitu Kang Ade Kadarisman. Saya lalu mendapatkan penjelasan langsung dari Kang Ade bahwa peluang beasiswa itu memang diperuntukkan untuk mahasiswa yang sudah diterima dan sudah berada di Perancis. Wah, pucuk dicinta ulam tiba! Saya rasa inilah cara Tuhan membalas usaha saya sebelum-sebelumnya karena jikalau saya tidak bertemu dengan Kang Ade kala itu, pasti saya tidak membulatkan hati untuk melalukan pendaftaran pada beasiswa unggulan.

Bersama empat teman dari kota Nantes yang juga belum berbeasiswa, kami melengkapi segala persyaratan pendaftaran. Diantara dokumen-dokumen yang perlu disiapkan beberapa sifatnya standar  seperti formulir, CV, transkrip akademis, surat rekomendasi dan sebagainya. Dalam formulir pendaftaran terdapat pertanyaan seputar rencana membangun negara ataupun memaksimalkan potensi bangsa. Tentunya hal ini wajar ditanyakan menimbang bahwa pemberi beasiswa ini adalah pemerintah. Untungnya saya sudah pernah beberapa kali mendaftar beasiswa sehingga hampir semua dokumen yang diperlukan sudah siap dalam arsip saya. Proses persiapan pada saat itu singkat sekali, kurang dari satu minggu!

Prasyarat yang paling sulit dipersiapkan kala itu adalah “proposal penelitian”. Sebagai mahasiswa yang baru saja akan memulai studinya tentunya diperlukan sebuah usaha lebih untuk membayangkan dan menuangkan ide penelitian dalam sebuah proposal. Saya pun menoleh ke dalam surat motivasi saya dahulu, untuk mengetahui bidang/teknologi yang ingin saya kuasai. Dikaitkan dengan wawasan yang saya miliki dan temukan dari internet saya pun langsung menyusun sebuah proposal singkat yang juga melibatkan Indonesia sebagai lokasi studi kasus. Saya rasa hal ini penting untuk menjawab kemauan pemerintah bahwa dana beasiswa yang dikeluarkannya memang akan bermanfaat kembali untuk masyarakat.

Beasiswa unggulan yang saya bahas ini dikelola oleh Atase Pendidikan (pejabat dari Kemendikbud yang ditempatkan di Kedutaan Besar RI), sehingga semua dokumen harus dikirimkan ke KBRI selain ke Jakarta. Hal ini mungkin berbeda dengan jenis beasiswa unggulan bagi para staf akademis dari perguruan tinggi di Indonesia. Dari informasi teman saya di UK dan Belanda, di sana pun terdapat pula beasiswa semacam ini. Oleh karena itu, sebaiknya teman-teman nanti setelah sampai di luar negeri cobalah aktif di PPI dan menjaga komunikasi yang baik dengan Atase Pendidikan.

Pada November 2011, Alhamdulillah kami berlima dinyatakan berhak mendapatkan beasiswa! Cakupannya adalah dana bantuan biaya hidup. Dengan skema “unggulan”, menjadikan prestasi yang pernah diperoleh ataupun ranking dari sekolah tempat berkuliah sebagai kriteria dasar seleksi penerima beasiswa.  Tidak ada ikatan dinas, namun kewajiban kami adalah untuk menulis artikel di media cetak/massa sebagai wujud Intellectual Social Responsibility yang diharapkan mampu mencerdaskan masyarakat luas. Karena ini pula lah saya hingga sekarang masih semangat untuk selalu berbagi informasi ataupun pengetahuan agar semakin banyak teman-teman yang bisa terbuka wawasannya.

Program Studi yang Saya Ambil di Perancis

Project Management for Energy and Environment (PM3E) – secara garis besar menantang untuk berpikir: “Bagaimanakah menghasilkan cukup banyak energi untuk masyarakat tanpa dampak lingkungan yang terlalu parah? Dan bagaimanakah menanggulangi limbah dan pencemaran tanpa mengkonsumsi terlalu banyak energi?” Program ini melatih kemampuan untuk merealisasikan solusi tersebut dengan memahami kendala-kendala teknis, politik, ekonomi, manajerial maupun sosial. Perkuliahan diwarnai banyaknya studi kasus dan tugas kelompok sebagai metode evaluasi selain ujian tertulis. Penulisan tesis pun diwajibkan sambil bekerja praktek di suatu perusahaan.

Beberapa perusahaan yang pernah ditempati kerja praktek sebelumnya: Ecofys, Technip, Cogenpower, Arcelor Mittal, Enerdata, Apricum, Total, Alstom, Albatern, Subatech, DNV, IRENA, UN, Wärtsilä dan masih banyak yang lain. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya berada di Perancis melainkan juga di berbagai negara Eropa lainnya. Ada yang bergerak di bidang fabrikasi ataupun instalasi perangkat konversi energi, konsultan penghematan energi, konsultan lingkungan, institut penelitian, industri proses kimia, maupun organisasi pemerintah. Bahkan, pada tahun 2012 ada sekelompok mahasiswa yang membuat perusahaan sebagai bahan penulisan tesis.

Yang menarik ialah penggabungan antara energi dan lingkungan, yang merupakan isu terpenting di dunia selain isu krisis pangan. Banyak dosen tamu dari berbagai negara yang memang diundang sesuai dengan bidang keahliannya dan sebagian juga dari kalangan praktisi. Program ini cukup populer dan biasanya diisi mahasiswa dengan 20 kewarganegaraan yang berbeda yang semakin memperkaya pengalaman selama berkuliah.

Peluang implementasi keilmuan di Indonesia sangatlah besar. Contohnya, potensi pemanfaatan gas alam sebagai bahan bakar industri domestik ataupun bahan bakar. Selain harus adanya sistem transportasi, diperlukan juga fasilitas pembersihan gas untuk menghasilkan nilai kalor yang lebih baik. Proyek semacam ini akan mengurangi ketergantungan negara akan minyak bumi sehingga pemerintah bisa menghemat pengeluaran subsidi. Masyarakat juga dapat menikmati manfaat dari BBM yang lebih murah dan bersih selain peningkatan kesejahteraan umum sebagai dampak dari giatnya industri nasional. Potensi implementasi lainnya adalah pada proyek pemanfaatan sampah sebagai penghasil energi sebagaimana praktek di negara maju. Melalui teknologi yang tepat permasalahan lingkungan dan energi dapat dijawab secara bersamaan.

kiri ke kanan: Carlos Ruiz (Mexico), Syawalianto (Indonesia), Florént Chazarenc (France), Serwaa Anaglate (Ghana)

Cita-cita saya akhirnya terwujud, yaitu bisa berkuliah di luar negeri dengan beasiswa. Sebagai bentuk rasa terimakasih, saya aktif berkontribusi di PPI Perancis sebagai ketua PPI Wilayah, Ketua Materi Konferensi Nasional, dan Koordinator Pelaksana Olimpiade PPI Perancis. Tentu saja manfaat dari beasiswa ini sangat besar, terutama saya tidak perlu bekerja paruh waktu sehingga waktu dan tenaga saya bisa dialokasikan penuh untuk perkuliahan. Alhasil saya pun lulus dengan nilai yang membanggakan. Saya sangat menikmati pengalaman berkuliah saya dan bisa dibilang bahwa itu adalah masa-masa paling indah dalam hidup saya sejauh ini. Tentu saja ini tidak terlepas dari anugrah Allah SWT, do’a dan dukungan dari sahabat-sahabat dan keluarga saya, dan yang utama juga adalah Beasiswa Unggulan Kemendikbud.

 

42 COMMENTS

  1. Good Sharing 😀 Masih adakah PPI diperancis ? Insyallah saya berencana untuk melanjutkan S2 ke perancis Tahun depan

  2. Mas Antoooo,saya masih bingung..saya itu kuliah di universitas swasta,kebanyakan yang menerima beasiswa itu katanya yang kuliah di universitas negri yang terakreditasi A dan perguruan tinggi negeri yang terkenal,yang katanya itu lulusan perguruan tinggi negeri pasti menghasilkan lulusan terbaik..
    sedih dan sempet hopeless bacanya secara saya kuliah di universitas swasta yang tidak masuk kulifikasi ranking universitas terbaik…. 🙁

    • Dear Teh Ety, setiap keberhasilan memerlukan pengorbanan dan perjuangan. Saya yakin bila teh Ety berusaha yang terbaik pasti Allah SWT akan memberikan balasannya yang terbaik pula. Kalo pake logika begini, mungkin teh Ety tidak berkuliah di perguruan tinggi negeri, tapi teh Ety bisa jadi lebih unggul di kemampuan berbahasa asing ketimbang mereka yang kuliah di perguruan tinggi negeri. Jadi saran saya teh Ety mengkompensasi kondisi tersebut melalui faktor-faktor lain, terutama kemampuan bahasa. Coba saja kunjungi Campus France di Salemba, mereka orangnya baik-baik dan pasti bisa kasih saran yang bagus buat teh Ety.

  3. Halo ka, aku masih SMA. Ingin sekali kuiah ke luar negeri S1, tapi mama saranin S2 . Mungkin aku harus banyak persiapan. Can we keep in touch through email?

    • Halow! Jurusan tersebut memang dari EMN, tapi di kampus lain banyaks ekali jurusan yang mirip… 11/12 gitu…bahkan di sekolahan yang lebih bagus juga banyak…silahkan cek di Campus France untuk lebih jelasnya…

  4. Bang, kira2 utk program master bisnis di perancis bisa dpt beasiswa ngga yah??
    Saya masih kuliah s1 rencana mau lanjut s2 dsna, harus punya pengalaman kerja dlu ya bang??

    • Bisa banget. Saya punya teman sedang kuliah di INSEAD dapat beasiswa LPDP. Dua tahun lalu ada teman saya kuliah di Audencia, juga dapat beasiswa Total E&P Indonesia.

  5. Kak saya mau tanya. apakah mahasiswa dari universitas swasta bisa melamar beasiswa ini? mohon jawabannya. terimakasih 🙂

  6. Tips dalam membuat Personal Statement, pastikan dalam tulisan kita terdapat hal-hal berikut:

    – Short biography and accomplishments.

    – Personality (hobbies & interests)

    – Motivation of pursuing the program

    – What makes you a suitable candidate for the program

    – Future plans post-graduation

    – Conclusion

  7. Halo saya juga penerima Beasiswa Unggulan namun Beasiswa Unggulan Dikti, apakah sama atau berbeda yah? karena setahu saya beasiswa Unggulan Dikti jg ada untuk LN dan mekanismenya seperti yg mas jelaskan,namun setahu saya juga BU Dikti ada ikatan dinas. Saya bertanya karena tertarik dapat BU lagi tapi untuk kampus LN.Thanks

    • Halo Farah, kalo setahu saya dari pengamatan pada teman-teman penerima Beasiswa Unggulan Dikti rata-rata sudah memiliki kontrak untuk menjadi dosen di perguruan tinggi asal mereka. Tapi ada satu teman saya dari UI yang tidak ada ikatan dinasnya.

  8. Kak, saya mau tanya. Beasiswa yang disediakan itu apakah hanya untuk biaya hidup saja Kak? Kalo selain biaya hidup, apakah akan mendapatkan biaya untuk kuliah dan/atau penelitian Kak? terima kasih sebelumnya

  9. Hi ka, mau ty. Sy lulusan d4. Kalo mau nerusin kuliah lg, sy tu masih bingung apa yg harus ditentukan lebih dulu antara peminatanya, beasiswanya atau tempatnya dulu?mungkin kaka bs sharing.terima kasih

  10. Dear Mas Anto,

    Selamat atas keberhasilan mendapat beasiswanya.
    Mohon tanya, apakah ada format standar proposal kegiatan untuk BU Kemdiknas ini?
    Karena saya mencari2 di panduan dan website tidak ada. Terimakasih atas jawabannya

    Sukses selalu

  11. Hallo, mas…saya juga pingin daftar beasiswa unggulan kemdiknas. Dan Alhamdulillah saya sdh punya LOA. Utk jangka waktu mulai pendaftaran sampai dengan pengumuman keputusan penerimaan beasiswa Berapa lama ya?karena perkuliahan akan dimudahkan Agustus.makasih…

  12. Hai kak, aku msh SMA kelas12 th ini lulus. Aku lg nyari beasiswa ke luar negeri S1. Aku liat beasiswa unggulan kemendikbud buat s1 minimal 21 th ya? apa ada info beasiswa yg nggak pake minimal syarat usia? thx!

  13. saya ingin ikut pertukaran pelajar untuk S1 thaun ini ke AS ? apa masih ada. mohonbantuan. saya ingin sekali.

  14. Assalamualaikum, Mas anto. Saya mau Tanya. Saat Ini saya kuliah s1 pendidikan Fisika, kira2 saran Mas anto saya ambil s2 nya apa yaa? Dan apa saja yg harus benar2 disiapkan. Terimakasih 🙂

  15. Halo, saya mau tanya untuk cakupan dana beasiswa apakah hanya bantuan biaya hidup, atau juga termasuk tuition fee, tiket berangkat dan pulang, penelitian, dll? Dan tenggat waktu dari pendaftaran hingga dinyatakan diterima berapa lama ya? Terimakasih.

  16. halo kak, saya ingin bertanya seputar beasiswa unggulan, boleh kah saya mendaftar beasiswa ketika sudah lulus? sepertinya banyak hal yang saya ingin tanyakan, bplehkah saya menghubungi kaka via e-mail?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here