Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui agar Mahir dalam Menulis: Tips from Our Columnist

0
611
Brainstorm menggunakan sticky notes bisa mempercepat proses pencarian ide. Sumber: https://stormboard.com/

Menulis kadang menjadi suatu keterampilan yang banyak tidak disadari merupakan kunci yang diperlukan seseorang dalam kehidupan baik studi maupun pekerjaan. Mulai dari menulis jawaban ujian, esai, laporan praktikum, penelitian, skripsi, melamar pekerjaan, dan lain – lain. Tentunya dalam studi lanjut dan bekerja di luar negeri, menulis merupakan skill krusial yang harus dikuasai. Hal ini mungkin menjadi suatu tantangan tersendiri bagi beberapa orang. Kali ini, columnist Europe & UK IM, Ivone Marselina Nugraha, akan berbagi hal-hal yang perlu diketahui serta tips dan trik umum tentang menulis yang didasarkan dari pengalamannya menjadi columnist Europe & UK IM selama 1 tahun terakhir.

***

  1. Construct the foundation 

“Duh mulai dari mana ya?” 

Pertanyaan ini terdengar sangat familiar ketika kita dihadapkan dengan tugas yang menuntut kita untuk menulis. Pada dasarnya, menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi yang tidak berbeda dengan bercerita secara lisan. Keduanya sama-sama bertujuan untuk meneruskan atau menjelaskan ide dari narasumber ke pendengar/pembaca. Hanya bedanya, dalam menulis, tidak ada bentuk komunikasi nonverbal, seperti ekspresi wajah serta gestur tubuh, inti pesan dijelaskan dengan mengandalkan kosakata serta alur cerita yang dibentuk dari penulis.

Seperti bercerita, menulis dimulai dari ide yang ingin disampaikan penulis ke pembaca. Hal ini bersifat sangat umum, ide yang ingin disampaikan penulis disesuaikan dengan konteks tulisan yang sedang dibuat. Semisal, dalam menulis jawaban di ujian, penulis harus menuliskan ide seperti yang diminta di soal. Contoh lainnya dalam penulisan esai, ide penulisan dimulai dari konteks esai yang sedang dibuat, jika esai motivation letter maka idenya akan seputar mengenai motivasi diri, jika esai suatu topik tertentu maka inti ide tersebut adalah topik tersebut yang kemudian dikembangkan sesuai imajinasi atau ide lain yang dimiliki. 

Menulis ibarat kata membangun rumah, ide utama ini merupakan fondasi dari rumah yang akan kita bangun. Nah, ketika sudah diketahui titik awal permulaan menulis, berikut adalah tips dan trick alur yang dapat diaplikasikan untuk mempermudah dalam proses menulis. Walaupun bersifat umum, alur ini sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan konteks tulisan yang teman-teman sekalian sedang kerjakan. 

  1. Create the Framework
Contoh mind-map. Sumber: pinterest.com

Setelah membuat fondasi (ide utama) dari tulisan yang dikerjakan, tahapan selanjutnya adalah membangun kerangka dari tulisan itu sendiri. Ide atau gagasan awal yang telah didapatkan sebelumnya kemudian perlu ‘digodog’ dan dikembangkan lebih lanjut menjadi ide yang lebih detail dan matang. Pengembangan ide dilakukan melalui proses brainstorm, yang bisa dimulai dari latar belakang ide, masalah, current gap yang ada mengenai topik tersebut di masyarakat, teknologi yang sedang berkembang, atau tren masa kini. Brainstorm merupakan proses inti pengembangan ide, yang bisa dilakukan secara mandiri, melalui browsing, atau berdiskusi dengan orang lain. Tips yang bisa digunakan dalam proses brainstorm adalah dengan mengkritisi ide inti yang dimiliki dengan pertanyaan 5W+1H, dimana jawaban dari pertanyaan 5W+1H ini dapat mendetailkan ide inti yang dimiliki. Tips lainnya adalah mengembangkan ide dengan bantuan konsep mind-map, dimana setiap gagasan saling terhubung satu sama lain.

Dalam tahap ini juga perlu dipikirkan pengembangan ide dari awal hingga akhir. Ide yang telah dikembangkan ini kemudian di-breakdown atau diklasifikasikan menjadi bagian-bagian kecil yang saling terhubung satu sama lain. Selanjutnya, seperti halnya bermain puzzle, bagian kecil dari ide yang telah dikembangkan perlu disusun/diurutkan penyampaian/penulisannya dengan mempertimbangkan alur cerita dari awal hingga akhir yang terhubung satu sama lain. Setiap poin dapat dijadikan gagasan utama dari setiap paragraf yang dikembangkan di tahap selanjutnya. Judul dari tulisan yang dibuat dapat dilihat dari mind-map atau ide utama dari tulisan.

  1. Collecting the Building Block

Setelah kerangka dari tulisan selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan “building block” atau informasi lebih lanjut mengenai kerangka tulisan. Seperti membangun rumah, kita memerlukan batu bata, kayu, semen, dan lain-lain untuk membuat bangunan yang kokoh. Dalam penulisan, kita perlu mengumpulkan building block untuk melengkapi kerangka dari ide yang telah kita buat sebelumnya.

Tahapan ini dapat dilakukan dengan banyak membaca artikel, buku, atau website-website terkait dengan ide yang sedang dikerjakan. Building block juga dapat diperoleh dari pengalaman pribadi, wawancara atau pengamatan/pengambilan data di lapangan secara langsung, sesuai dengan kebutuhan dari ide yang dimiliki. Salah satu contoh adalah pengalaman saya menulis artikel berjudul “What I Learned from the First-Year Master Study in 3 Different European Countries: Erasmus Experience” yang saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi selama menjalani master study program MESC+ EMJMD. Hal lain yang bisa dijadikan sumber inpirasi menulis adalah pengalaman travelling, dimana bisa memberikan berbagai insight, dari pemandangan, culture, lifestyle, hingga makanan dari tempat yang kita kunjungi.

  1. Build the “Building”

Setelah mendapatkan seluruh building block yang diperlukan, tahapan selanjutnya adalah menyusun building block tersebut dalam kerangka ide yang sudah dibuat. Dari informasi yang telah diperoleh dari proses pengumpulan, informasi ini disusun dan ditulis sedemikian rupa ke kerangka tulisan yang awalnya berbentuk gagasan utama sebuah paragraf, menjadi suatu paragraf utuh. Dalam tahapan ini perlu diperhatikan pemilihan kata, tata Bahasa serta gaya penulisan yang disesuaikan dengan konteks tulisan yang sedang dikerjakan.

  1. Finishing
Beberapa hal yang perlu di cek saat proofreading. sumber: http://ohniceproofreading.com/

Finishing merupakan tahapan terakhir dan tak kalah penting dari proses membangun fondasi tulisan itu sendiri. Seperti halnya bangunan, tentu disayangkan apabila bangunan kokoh berdiri dan memiliki fondasi bagus namun tidak terlihat indah secara eksterior dan interiornya. Dalam penulisan, proses finishing yang perlu dilakukan terdiri dari pengecekan tata bahasa, alur cerita, dan keterkaitan satu paragraf dengan paragraf selanjutnya. Selain itu, setelah membaca ulang tulisan dari awal hingga akhir, terkadang perlu dilakukan proses parafrase, dimana pengulangan kata atau susunan kalimat perlu diganti hingga tulisan menjadi lebih tajam dan kaya akan kosakata.

Salah satu tips paling penting dalam proses finishing ketika waktu dan keadaan memungkinkan adalah melakukan proofread. Tahapan ini adalah meminta opini dari orang lain mengenai tulisan yang telah kita buat. Dengan melakukan proofread, kita sebagai penulis dapat memperoleh masukan dari pembaca yang dapat menjadi landasan untuk melakukan revisi tulisan kita menjadi tulisan yang lebih baik lagi. Terlebih lagi, proofread dapat membantu kita untuk memastikan bahwa pesan dan ide yang ingin kita sampaikan tersampaikan dengan baik ke pembaca. Contohnya selama saya volunteer sebagai columnist UK & Europe IM, saya selalu mendiskusikan artikel yang saya tulis dengan Content Director dan Editor-in-Chief untuk mendapatkan feedback.

Buku Pertama Indonesia Mengglobal berjudul “Indonesia Mengglobal: Inspirasi untuk Belajar dan Berkarya di Kancah Dunia”. Sumber: instagram @indonesiamengglobal

Well, artikel ini merupakan hasil ekstraksi dan berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam menulis. Terlebih, konsep serta tips and trik ini juga saya implementasikan dalam penulisan buku pertama Indonesia Mengglobal berjudul “Indonesia Mengglobal: Inspirasi untuk Belajar dan Berkarya di Kancah Dunia”. Buku ini sedang memasuki masa pre-order dan sebentar lagi akan di publish lho! Tentu buku ini sangat cocok buat kalian yang sedang mencari inspirasi untuk melanjutkan studi di luar negeri atau ingin study abroad tapi bingung mulai dari mana. Stay tuned on @indonesiamengglobal at Instagram for more information on how to pre-order!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here