Berkarir di Taiwan Bukan Hanya Impian

0
307
Perjalanan Mencari Karir di Taiwan
Perjalanan Mencari Karir di Taiwan. Sumber: Dokumentasi Pribadi

“Bagaimana cara untuk bekerja di luar negeri setelah selesai studi? Pada artikel ini, John, seorang lulusan dari Taiwan berbagi kisahnya tentang bagaimana keunggulan bekerja sebagai ekspatriat, langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencari profesi setelah lulus perkuliahan, hingga lingkungan kerja di Taiwan. ”

***

Mengapa Taiwan?

Taiwan adalah salah satu negara maju di kawasan Asia yang berdekatan dengan Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok. Banyak orang menganggap bahwa Taiwan adalah Tiongkok, namun nyatanya Taiwan merupakan sebuah negara yang berdiri sendiri. Taiwan menggunakan bahasa yang sama dengan Tiongkok yaitu bahasa Mandarin. Namun, bahasa Mandarin di Taiwan menggunakan penulisan karakter Mandarin tradisional (traditional Mandarin), sedangkan di Tiongkok menggunakan karakter Mandarin yang disederhanakan (simplified Mandarin). Selain itu, Taiwan dikenal sebagai salah satu produsen alat-alat elektronik terbaik di dunia, seperti brand ACER dan ASUS berasal dari negara ini. Masyarakat Taiwan yang ramah dengan warga asing, ditambah sistem transportasi yang terintegrasi serta fasilitas umum yang nyaman dan modern menjadikan banyak orang ingin tinggal dan menetap di Taiwan. Terlebih lagi bagi saya yang bisa datang ke Taiwan untuk menimba ilmu dan sekarang berkesempatan menjadi seorang ekspatriat di Taiwan.

Lanjut Studi dan Dilema Setelah Lulus

Perjalanan saya dapat bekerja di Taiwan bermula ketika saya datang ke Taiwan untuk melanjutkan program S2 tahun 2019 di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) dengan jurusan Manajemen Industri. Di tahun 2021, saya berhasil menyelesaikan program S2 saya dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA). Seperti kebanyakan orang ketika selesai menyelesaikan kuliah, datang sebuah dilema yang merundung diri ini untuk menempuh langkah selanjutnya yaitu berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. Pada saat itu, saya memiliki keinginan untuk dapat bekerja di Taiwan setelah lulus sekolah. Ada beberapa faktor yang memicu keinginan saya tersebut yaitu ingin bisa merasakan bagaimana budaya kerja orang Taiwan, standar gaji di Taiwan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia, serta keinginan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin. 

Kebersamaan dengan Teman-Teman Lab di NTUST. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Terdapat sebuah hal menarik yang mungkin tidak bisa ditemui di Indonesia terkait dengan standar gaji bagi para lulusan universitas di Taiwan. Kebanyakan perusahaan di Taiwan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Taiwan terkait dengan upah minimum yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Merujuk ke salah satu website di internet (Starting salary of higher education graduates averages NT$34,278 – Focus Taiwan), pada tahun 2018, standar gaji minimum untuk lulusan graduate degree adalah 34.278 NT$ atau setara dengan Rp 17.207.015 (mengikuti nilai tukar NT$ ke Rupiah pada tanggal 30 Maret 2022). Jumlah yang bisa dikatakan cukup besar dibandingkan dengan standar gaji yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dengan adanya standar gaji tersebut, menjadikan banyak para mahasiswa asing yang sudah lulus sekolah dari universitas di Taiwan untuk bisa mendapatkan bekerja dan mengembangkan karir di Taiwan.

Langkah Mencari Pekerjaan di Taiwan

Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk bisa mendapatkan pekerjaan di Taiwan. Ada yang mendapatkan pekerjaan melalui hubungan koneksi dari professor dengan perusahaan di Taiwan, melamar pekerjaan melalui portal mencari kerja seperti 104 (人力銀行), Linkedin, dan bahkan langsung mengirimkan lamaran kita ke email recruiter perusahaan yang dituju. Cara yang saya gunakan waktu itu adalah dengan mengirimkan lamaran saya melalui website 104, Linkedin dan juga mengirimkan email ke recruiter perusahaan. Mencari pekerjaan di Taiwan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi dengan kemampuan Mandarin saya yang masih kurang baik. Banyak penolakan yang saya terima dari lamaran-lamaran pekerjaan yang saya kirimkan dikarenakan kemampuan Mandarin saya yang dinilai kurang di bidang pekerjaan yang saya lamar. Namun, berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah, saya akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan global asal Swedia yang berlokasi di kota Taoyuan, Taiwan.

Saya bekerja sebagai Quality Assurance Engineer (QAE) di perusahaan yang bergerak di pembuatan alat-alat kesehatan (medical devices). Memulai pekerjaan sebagai seorang QAE di perusahaan alat kesehatan adalah sebuah tantangan yang tidak mudah, dimana banyak hal yang harus dikerjakan guna memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan. Namun, dengan lingkungan kerja yang sangat nyaman, dimana hampir sebagian besar pekerja di perusahaan dapat berbicara bahasa Inggris dengan baik menjadikan saya tidak kesulitan dalam berkomunikasi ketika menghadapi masalah. Ditambah dengan dokumen-dokumen pekerjaan yang wajib dibuat bilingual (Mandarin dan Inggris), sangat memudahkan bagi para pekerjanya untuk dapat menjalankan pekerjaannya tanpa membutuhkan skill bahasa Mandarin yang bagus. 

Makan Siang Bersama Kolega Kantor. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Selain itu, di departemen Quality Assurance sendiri, hampir sebagian dari total pegawainya adalah orang asing dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Filipina, India, Hongkong dan lain-lain. Hal ini menjadikan saya memiliki kesempatan untuk dapat berinteraksi dengan banyak orang yang berbeda latar belakang dan juga berkesempatan untuk menambah jaringan pertemanan. 

Mempererat Kebersamaan dengan Rekan Kerja. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Lesson Learned

Bagi saya, perjalanan mencari kerja di Taiwan merupakan sebuah perjalanan yang panjang dengan banyak lika-liku, namun berakhir dengan manis. Dapat bekerja di lingkungan yang suportif dan nyaman menjadikan pekerjaan yang berat sekalipun terasa menyenangkan. Selain itu, fasilitas yang disediakan oleh perusahaan juga sangat memadai dan tidak membedakan antara pekerja asing dengan orang Taiwan. Kesempatan yang sudah saya terima saat ini merupakan awal dari perjalanan panjang yang akan saya jalani untuk bisa belajar banyak hal tentang nilai-nilai kehidupan dan profesionalitas untuk menjadi seorang ekspatriat di Taiwan. Satu pesan yang dapat saya sampaikan adalah tetap semangat dan pantang menyerah untuk dapat mewujudkan setiap mimpi dalam kehidupan!

 ***

Editor: Aditya Parama Setiaboedi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here