Semangat 17-an, Mahasiswa Berprestasi Indonesia Ajak Anak Muda Mengglobal

0
857
Tiga mahasiswa Indonesia berprestasi, moderator, dan performer di acara perayaan ulang tahun satu dekade Indonesia Mengglobal. Sumber: Indonesia Mengglobal
Tiga mahasiswa Indonesia berprestasi, moderator, dan performer di acara perayaan ulang tahun satu dekade Indonesia Mengglobal. Sumber: Indonesia Mengglobal

Seiring dengan HUT RI ke-77, tiga mahasiswa Indonesia yang berprestasi di kancah global mengajak generasi muda untuk memperluas kiprah lewat beasiswa dan studi lanjut di luar negeri. Pasalnya, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, masih sedikit orang Indonesia yang menempuh pendidikan global.

Itulah pesan dari diskusi “To IMFinity and Beyond: Turning Trials into Triumph – Making the Most Opportunities to Study Abroad” di @America Pacific Place, Jakarta, Sabtu (20/8/22). Dalam diskusi tersebut, Indonesia Mengglobal menghadirkan tiga penerima beasiswa LPDP.

Mereka adalah Indah Shafira Zata Dini (alumni Harvard University), David Orlando (alumni Yale University), serta Dwinanda Ardhi (alumni Duke University & Presiden Indonesia Mengglobal). Diskusi tersebut dipandu oleh Marshiella Pandji (alumni University of Wisconsin-Madison).

David Orlando Kurniawan, lulusan MBA dari Yale University ini menegaskan perubahan dan perkembangan yang terjadi di dalam dirinya pasca studi di luar negeri dengan beasiswa.

“Saya sendiri merasakan perubahan mindset untuk berani mencoba hal-hal yang baru karena banyak sekali hal yang bisa diinterpolasikan. Selain itu, soal kebiasaan mengapresiasi juga. Awalnya takut untuk ngomong di depan kelas, tetapi karena sering diapresiasi jadi lebih berani untuk memberikan argumen atau tanggapan,” tutur associate di McKinsey sekaligus mentor di program Mentorship Indonesia Mengglobal saat masa pandemi.

Kiri-Kanan: Marshiella Pandji, Indah Shafira Zata Dini, Dwinanda Ardhi, dan David Orlando. Sumber: Indonesia Mengglobal

David mengungkapkan, kesempatan belajar di luar negeri turut membantu mengubah cara pandangnya dalam menghadapi masalah. Berdiskusi dengan teman-teman dari berbagai negara membuatnya sadar bahwa cara ia menyelesaikan suatu masalah belum tentu paling benar, tergantung konteks dari masalah tersebut.

Meski begitu, masih sedikit mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri, jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Data UNESCO Institute for Statistics (UIS) mencatat 53.604 mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri pada tahun 2021.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara lain dengan populasi yang lebih kecil seperti Nepal, Iran, dan Vietnam. Bahkan, Malaysia dengan populasi 34 juta orang (seperti Provinsi Jawa Tengah) memiliki 59.144 mahasiswa yang kuliah di luar negeri.

Kendala bagi Perempuan dan Anak Muda Indonesia Timur

Sayangnya, kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi seringkali terkendala oleh berbagai faktor. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2020, rasio mahasiswa S1 yang melanjutkan studi S2 hanya sekitar 4.25%, bahkan yang melanjutkan ke jenjang S3 lebih sedikit lagi dengan 0.59%.

Kendala ini pun ditekankan oleh Indah Shafira, yang kini merupakan Konsultan pendidikan di World Bank. Menurutnya, banyak sekali stigma negatif yang masih dilekatkan oleh masyarakat untuk kaum perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi.

“Bahkan, masih ada teman sesama peraih beasiswa yang bilang ‘apa kamu enggak takut susah dapat jodoh kalau kuliah S2 di Harvard University dalam keadaan masih single?’,” tegas lulusan Master of International Education Policy tersebut.

“Saya masih kaget ternyata anggapan ini masih banyak, bahkan di antara sesama peraih beasiswa. Seharusnya kita semua, apalagi sesama perempuan, harusnya saling mendukung,” tukasnya.

Sementara itu, tidak meratanya akses pendidikan antara Indonesia Barat dan Timur membuat anak muda di bagian timur tidak memiliki akses yang sama. Presiden Indonesia Mengglobal tahun 2021-2022, Dwinanda Ardhi, mengatakan bahwa pihaknya sejak dua tahun terakhir berupaya menjangkau mahasiswa Indonesia Timur.

Dwinanda Ardhi, Presiden Indonesia Mengglobal menyampaikan aspirasinya dalam perayaan ulang tahun satu dekade Indonesia Mengglobal. Sumber: Indonesia Mengglobal

“Calon mahasiswa dari Indonesia Timur memerlukan effort yang lebih bahkan untuk mengambil tes bahasa saja. Jadi enggak equal kan,” ujar lulusan Duke University tersebut.

Karenanya kami melaksanakan webinar ‘Mengglobal dari Timur’ dengan menggandeng belasan kampus dan melibatkan ratusan mahasiswa dari Indonesia Timur. Jadi kita ingin memberi tahu bahwa ada kesempatan untuk mahasiswa dari Indonesia Timur walau start-nya tidak sama,” tambahnya.

Indonesia Mengglobal Dorong Pendidikan Terbaik Dunia

Melihat berbagai tantangan itu, Indonesia Mengglobal teguh menjalankan misinya untuk mendorong anak muda Indonesia menempuh pendidikan terbaik dunia melalui program mentorship, PhD bootcamp, dan berbagai seminar.

Ketiga narasumber sepakat bahwa Indonesia Mengglobal berperan besar dalam persiapan mereka untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Indah Shafira mengungkapkan bahwa ia merasa terbantu oleh program Mentorship Indonesia Mengglobal saat sedang berburu kesempatan untuk studi di Harvard Graduate School of Education. Dia menjelaskan bahwa struktur program dan penugasan yang jelas dari program Mentorship Indonesia Mengglobal sangat membantu persiapan studinya.

“Menurutku program Mentorship Indonesia Mengglobal sangat-sangat membantu mempersiapkan studi ke luar negeri karena tugas-tugasnya sangat terstruktur dan jelas. Jadi momentumnya tepat sekali untuk mendaftarkan diri ke program tersebut jika kalian sedang mempersiapkan diri untuk studi ke luar negeri,” ucap Indah.

Ketiga panelis membagikan pengalamannya dalam berkontribusi mengurangi ketimpangan pendidikan di Indonesia. Sumber: Indonesia Mengglobal

Sebanyak lebih dari 100 orang hadir baik secara daring dan luring dalam gelar wicara yang memperingati satu dekade ulang tahun Indonesia Mengglobal tersebut. Acara yang didukung oleh EducationUSA ini juga memperkenalkan berbagai program Indonesia Mengglobal yang dapat memfasilitasi calon-calon mahasiswa Indonesia yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, seperti program Mentorship dan PhD Bootcamp.

Tentang Indonesia Mengglobal

Yayasan Indonesia Mengglobal adalah organisasi nirlaba yang dijalankan oleh anak muda terbaik Indonesia dengan misi untuk memperluas akses informasi Pendidikan dan menginspirasi masyarakat Indonesia untuk mewujudkan mimpinya berkuliah, mendapatkan beasiswa, maupun berkarier di tingkat global.

Didirikan pada tahun 2012 oleh beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Stanford University, saat ini Indonesia Mengglobal telah berkembang sebagai portal informasi yang memfasilitasi diskusi bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan Pendidikan dan mengembangkan karier di kancah dunia.

Para panelis, panitia, dan peserta acara perayaan ulang tahun satu dekade Indonesia Mengglobal. Sumber: Indonesia Mengglobal

Untuk informasi lengkap dapat dilihat di situs web dan kanal media sosial Indonesia Mengglobal berikut ini:

***

Penulis: Yogi Saputra Mahmud, Dessy Nur Amelia, Rizkiya Ayu Maulida

Editor: Elvia Marsudi, Rio Tuasikal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here