Memintal Amal dengan Indonesia Mengglobal: Perspektif Pemimpin Redaksi

0
388
Tim Indonesia Mengglobal saat perayaan ulang tahun satu dekade di Jakarta. Sumber: Indonesia Mengglobal

“Awal tahun 2023 menandakan juga berakhirnya kepengurusan Indonesia Mengglobal 2022. Tentunya ada banyak pembelajaran dan pengalaman yang masing-masing pengurus Indonesia Mengglobal rasakan. Di artikel kali ini, Yogi Saputra Mahmud, mahasiswa Doctor of Philosophy in Education (TESOL), The University of Western Australia membagikan pengalamannya mengenal Indonesia Mengglobal yang mengantarkannya untuk meningkatkan kapasitasnya baik secara personal maupun professional.”

Mengglobal berkat Indonesia Mengglobal

Di pertengahan tahun 2015, tepat saat saya menyerahkan draf bab terakhir skripsi kepada dosen pembimbing, saya ditanya oleh dosen pembimbing kedua, “Jadi Yogi, gimana rencana kamu setelah selesai S1?” Seketika saya jawab bahwa saya ingin bekerja terlebih dahulu lalu melanjutkan studi di tingkat magister English Education/TESOL di luar negeri. Beliau pun kembali bertanya tentang strategi persiapan studi saya. “Saya mau ikut tes IELTS tahun depan dan saya sudah mulai mencari tahu tentang IELTS dari website ini, Pak,” respons saya sambil menunjukkan tangkapan layar situs web Indonesia Mengglobal dengan artikel “Tips dan Trik Belajar Tes IELTS” yang ditulis oleh Denita Biyanda Utami di awal tahun 2015.

Salah satu artikel referensi paling populer di Indonesia Mengglobal tentang IELTS. Sumber: Indonesia Mengglobal

Artikel yang saat ini telah dibaca lebih dari 60 ribu orang itu menjadi salah satu penanda awal interaksi saya dengan Indonesia Mengglobal. Kala itu, program beasiswa ke luar negeri sedang ramai-ramainya dan banyak calon pendaftar mencari tahu tentang tes bahasa Inggris, persiapan beasiswa, dan lainnya. Indonesia Mengglobal menjadi top-of-mind dalam benak para scholarship hunters, termasuk saya sendiri, dalam mempersiapkan aplikasi beasiswa dan studi. Artikel-artikel Indonesia Mengglobal menjadi salah satu sumber yang saya gunakan dalam memperoleh Letter of Acceptance (LOA) dan mempersiapkan aplikasi beasiswa LPDP.

Saya pun mulai mencari tahu tentang proses seleksi beasiswa LPDP, salah satunya melalui artikel yang ditulis oleh Monika Oktora di tahun 2015 yang sangat komprehensif menjelaskan alur seleksi dan tipikal pertanyaan yang kemungkinan muncul di setiap fasenya. Bahkan untuk urusan resume atau curriculum vitae sekalipun, saya mendapatkan informasi rinci dari artikelnya Tita Alissa Listyowardojo di situs web Indonesia Mengglobal. Semua upaya itu akhirnya berbuah manis karena saya berhasil meraih beasiswa LPDP di penghujung tahun 2016 dengan tujuan Monash University, Australia, dengan program studi Master of TESOL, yang saya ulas di artikel berikut ini.

Yogi at Monash University graduation ceremony. Source: Monash University
Yogi saat wisuda di Monash University Sumber: Monash University

Meredefinisi “kontribusi” dengan Indonesia Mengglobal

Setelah saya menamatkan studi Master of TESOL di penghujung tahun 2019, saya seketika berencana untuk mencari kegiatan sosial/volunteering sambil menunggu pekerjaan. Akan tetapi, tidak lama setelah itu, saya diterima menjadi dosen Bahasa Inggris di President University secara penuh waktu, yang membuat fleksibilitas saya dalam melakukan kegiatan sosial secara langsung menjadi terpangkas. Selain itu, berita tentang pandemi COVID-19 pun kian menyeruak dari kanal-kanal televisi, sehingga saya khawatir kegiatan tatap muka pun menjadi terbatas.

Saat saya membuka situs web Indonesia Mengglobal, saya melihat satu artikel yang berjudul “Help Indonesians Go Global! Join Indonesia Mengglobal Management Team 2020.” Tidak perlu waktu lama bagi saya menentukan pilihan divisi karena saya sangat terpukau dengan artikel-artikel referensi yang ditulis oleh tim Indonesia Mengglobal tentang persiapan aplikasi beasiswa dan studi. Saya pun memilih posisi Content Director for Australia, New Zealand, and Pacific Islands.

Rapat Daring tim Editorial Indonesia Mengglobal yang melibatkan anggota di 4 benua, 5 negara, dan 8 kota berbeda. Sumber: Dokumentasi pribadi

Alasan saya memilih Indonesia Mengglobal sebagai tempat untuk berkontribusi pasca studi adalah karena nature dari komunitas ini yang unik dan mampu meredefinisi kontribusi yang orang-orang pada umumnya pahami. Bayangkan saja, saya dapat tetap melakukan tanggung jawab utama sebagai dosen sembari mengelola artikel dari kontributor di mana pun saya berada.

Momentum pandemi dan digitalisasi juga sangat tepat bagi saya untuk bergabung Indonesia Mengglobal karena sebagian besar kegiatan dan konsolidasi dilakukan secara online dengan melibatkan anggota di berbagai belahan dunia. Selain itu, saya teringat akan kutipan Pramudya Ananta Toer, “Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah.” Di editorial Indonesia Mengglobal, saya ingin membantu menyuarakan pengalaman-pengalaman mahasiswa Indonesia dalam upayanya untuk mengglobal.

Menjajal ilmu baru di Indonesia Mengglobal

Setelah dua tahun memegang peran sebagai Content Director for Australia, New Zealand, and Pacific Islands bersama dua Columnists yang berbeda, saya pun dipercaya untuk menjadi Pemimpin Redaksi (Editor-in-Chief) di Indonesia Mengglobal. Bukan hanya kemampuan menulis dan menyunting artikel saja yang saya peroleh, melainkan berbagai ilmu penting yang belum pernah saya pelajari sebelumnya, yaitu mengelola diri dan orang-orang lain di dalam konteks berorganisasi secara daring.

Terdapat masing-masing empat Content Directors dan Columnists di empat wilayah/regional yang berbeda di tim Editorial. Saya percaya, masing-masing dari mereka pun mengalami pengalaman yang unik selama berinteraksi di dalam Indonesia Mengglobal. Sebagai bagian dari Indonesia Mengglobal, saya dan tim pun berkolaborasi dengan divisi-divisi lain sehingga kemampuan yang kami peroleh bukan hanya kemampuan menulis saja, melainkan kemampuan membantu mengelola desain digital, mengelola artikel reportase, kemampuan negosiasi, dan sebagainya.

Sebagai pengurus Indonesia Mengglobal, kami pun memiliki akses dan kesempatan luas untuk mengembangkan kemampuan profesional, yaitu menulis dan menyunting. Salah satu hal yang paling berkesan selama ini adalah kesempatan pelatihan langsung dengan Ivan Lanin, Direktur Narabahasa, yang sangat aktif mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia yang berterima. Akses professional development ini tidak hanya dirasakan oleh tim Editorial saja, tetapi juga tim-tim lainnya.

Tim Editorial Indonesia Mengglobal berkesempatan langsung mengikuti pelatihan dengan Ivan Lanin dan Narabahasa. Sumber: Dokumentasi pribadi

Dalam situasi yang melibatkan berbagai anggota di belahan dunia yang berbeda, saya belajar meningkatkan efektivitas dalam komunikasi digital serta meningkatkan awareness akan situasi atau kondisi anggota yang bisa jadi memiliki zona waktu yang sangat berbeda dengan saya. Hal ini membuat saya menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam segi time management dan penyelesaian tugas.

Entah berkaitan langsung atau tidak, tapi kemampuan self-awareness dan time management saya peroleh dari Indonesia Mengglobal ini pun yang mengantarkan saya untuk berani melanjutkan kembali studi di tingkat doktoral yang sudah tentu memerlukan hal-hal tersebut supaya dapat meraih kesuksesan dalam studi. Di tahun ketiga saya dengan Indonesia Mengglobal, saya berhasil meraih beasiswa Australian Government Research Training Program (RTP) untuk melanjutkan studi PhD in Education di The University of Western Australia, yang saya ulas di dalam artikel berikut.

Yogi mengenyam studi PhD in Education di The University of Western Australia. Sumber: Dokumentasi pribadi

Kesempatan Mengglobal dengan Indonesia Mengglobal 2023/2024

Saat saya menelaah kembali interaksi awal antara saya dan Indonesia Mengglobal hampir delapan tahun yang lalu, saya semakin yakin untuk mengatakan bahwa Indonesia Mengglobal dapat menjadi avenue untuk teman-teman yang sedang atau telah menyelesaikan studinya dan berencana untuk “berkontribusi” kembali dalam skala yang masif.

Kegiatan pekerjaan atau studi yang sedang dilakukan saat ini tidaklah menjadi penghalang bagi teman-teman yang berencana untuk berkecimpung dalam Indonesia Mengglobal. Banyak sekali teman-teman saya yang berprofesi sebagai dosen, profesional, atau pun lainnya, yang tetap dapat berpartisipasi aktif dalam keluarga Indonesia Mengglobal. Semua itu dilakukan semata-mata meningkatkan the beneficence of life atau kemanfaatan hidup di samping pekerjaan utama kita.

Bahkan, Indonesia Mengglobal pun sangat terbuka bagi teman-teman yang masih mengenyam studi sarjana/S1 dan ingin memperluas jejaring dan pengalaman secara nyata. Pengalaman tersebut tidak hanya bermanfaat untuk hidup secara keseluruhan tetapi juga untuk karier di masa depan dengan sertifikat/kredensial yang akan diberikan di akhir masa kepengurusan.

Di tahun ini, Indonesia Mengglobal sedang membuka rekrutmen kepengurusan untuk tahun 2023/2024 hingga tanggal 22 Januari 2023. Terdapat berbagai pos divisi yang dapat teman-teman isi sesuai dengan latar belakang, passion, dan aspirasi karier, termasuk Divisi Editorial, Divisi IT, Divisi Mentorship, Divisi Partnership, dan sebagainya. Informasi detail perihal linimasa dan prosedur dapat dilihat dalam artikel berikut ini.

Indonesia Mengglobal memuka rekrutmen volunteer di tahun 2023/2024. Sumber: Instagram Indonesia Mengglobal

Temukan formulir pendaftaran rekrutmen Indonesia Mengglobal 2023/2024 di tautan berikut ini.

Semangat memintal amal dengan Indonesia Mengglobal!

***

Editor: Dessy Nur Amelia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here