The Road to Harvard: SAT’S and the Academics


This is the sixth part of “The Road to Harvard” series. Read the first part here, second part here, third part here, fourth part here, and fifth part here.

Terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia tersedia di bawah.


Frankly speaking, I really can’t tell you how good you’ve got to be in your academics and SAT scores. Many people say you should get at least 2,200 in SAT 1 if you’re aiming for the ivies. But hey, my highest SAT 1 score is just 2,100! (If I superscore the highest it comes to 2,120, but I don’t know if whether they take all SAT scores into consideration.)

For my SAT 2, I took Math H2, Chemistry, and Literature. I spilled my water bottle inside my bag on the day of the SAT 2 test, which killed my calculator instantly and subjected me to an exam session with a dripping bag on my lap. In the end, I had to borrow stationeries from the poor guy sitting beside me. I canceled my Math scores and proceeded with 750 for Chemistry and 710 for Literature. Harvard specifically asked for three SAT2, but I just submitted two and got accepted, so, really, I did not know what their rules are.

My IB grades, though perhaps quite excellent by the world standard, meant peanuts in comparison to the achievements of my peers in ACSI. And these peers applied to schools that I applied to, but some did not fare as well, so again, the rules of admission are ambiguous.

Obviously, you need to be a good student with good grades, who takes challenging courses that are in sync with your passion. These universities are still looking for academically-inclined students by the end of the day, and they want to make sure that you have the intellectual capacity to sustain their workload.

But here’s the catch : you don’t need to be perfect!

Yes, you might feel very intimidated by that boy from RJC who topped God-knows how many science olympiads, participated in how many CCAs, won how many awards and medals on top of his sterling academic achievements, and somehow, had that photographic memory. You might feel like a hopeless case in comparison to that Hwa Chong girl who spoke six languages and maintained constant straight As even since her first mid-year exams in J1.But no matter how good you are as a student, no one can really guarantee your acceptance to top universities.

Academics are just one way for you to shine. If you have very strong academic credentials, then by all means flaunt them all. But if you don’t, don’t feel so disheartened because you can flaunt other aspects of your personality that are admirable and noteworthy. Characteristics like curiosity and maturity could be much more appreciated than blind and banal diligence. I repeat, academics mean something, but they are definitely not everything.

I suggest to start taking SAT in the year before your final year so you will have more time to prepare and to retake. Try not to retake too many times (three times might be the limit) because retaking multiple times shows desperation and lack of preparation. I only started taking SAT in June of my final year (a grave mistake indeed), and retook it in November amidst my prelim exams. The overall scores dropped by ten points, but if I superscore, it increased by 20 points – which was not really a great difference either way so I shouldn’t have wasted money and retook it.

That’s the thing with the SATs. If you’ve done enough practice from that big book (I always go for collegeboard edition) and got around the same scores each time, it means you have hit your optimum level. No matter how many times you retake it’s not likely that you will increase your scores significantly, unless you revolutionize the way you prepare for the test or hire an SAT coach!

I took my SAT subjects in December and considered taking another subject to make up for my Maths in January, but decided not to in the end because not all schools accept January scores. You’ve got to check with each school what’s the latest SAT dates they are willing to accept before decision in April.

Also people have been asking me whether it is A levels or IB diploma that has better standing to the admission committee, and I really don’t know. I don’t think it really matters. People have been applying from all over the world and they all take vastly different set of examinations. As long as the counselors explain about the courses you are taking and how you rank in comparison to your peers, more or less they can gauge your academic achievements based on whatever scores you submit.

So just submit the scores that you think best reflect your intellectual capacity. For my Secondary School Report, I asked my counselor to upload my O Level scores (because I aced O levels). For my mid-year report I uploaded my promotional exams instead of final mid-year exams (because my final mid-year sucks big time thanks to World Cup 2010! I was among the students called by the vice principal for scolding session that condemned us to living our lives as street sweepers if we didn’t start to study seriously. For the final year report I uploaded my predicted grades (40 points, after incessant pleading to each of my subject teacher to reflect the best prediction they can give me without compromising their conscience).

Oh yeah, it’s the counselor’s job to upload your scores. You scan your documents into PDF files and give them to your counselor to be uploaded from his online account.

As for the SATs, there’s a choice to send your scores digitally by college board. You are entitled to send out four free reports to four schools. Each additional school you send your scores to costs an additional USD $10 (there’s no way to get out of not paying SAT costs, college board really is a blood-sucking institution.) Fee waivers are only available for Americans. So again, prepare well before taking to avoid retaking!

To sum up this post, remember that the better your SAT scores and academic credentials are, the better your chance to land your dream university, but still, there is no guarantee. Just prepare as best as you can, study as smart as you can, and submit the best scores that you get. Know that your self-value is not solely determined by numbers, and the universities will look out for those other aspects to complement your academic grades.



Sejujurnya, Saya tidak bisa memberi tahu harus seberapa baik prestasi akademis dan nilai SAT-mu. Banyak orang bilang bahwa kamu harus mendapat nilai minimal 2.200 dalam SAT 1 jika kamu ingin diterima di universitas Ivy League. Tapi, hei, nilai tertinggi SAT 1 Saya cuma 2.100 (kalau Saya menjumlahkan nilai tertinggi masing-masing komponen dari semua tes yang pernah Saya lakukan nilainya jadi 2.120, tapi Saya tidak tahu apakah sekolah mempertimbangkan semua nilai SAT yang pernah diambil)!

Untuk SAT 2, Saya mengambil Matematika H2, Kimia, dan Sastra. Saya menumpahkan botol air minum Saya pada hari tes SAT 2, yang membuat kalkulator Saya jadi mati dan membuat Saya harus mengerjakan tes sambil memangku tas yang basah. Akhirnya Saya harus meminjam alat tulis dari anak laki-laki yang duduk di sebelah Saya. Saya membatalkan nilai Matematika Saya dan akhirnya mendapat 750 untuk Kimia dan 710 untuk Sastra. Harvard meminta tiga nilai SAT 2, tapi Saya hanya menyerahkan dua dan Saya diterima, jadi Saya tidak begitu tahu bagaimana peraturan mereka.

Nilai IB (International Baccalaureate) Saya mungkin cukup baik dalam standar dunia, tapi tidak ada artinya dibandingkan prestasi teman-teman Saya di ACSI (Anglo-Chinese School (Independent)). Dan teman-teman Saya ini juga melamar ke sekolah yang Saya lamar, dan sebagian tidak begitu sukses, jadi sekali lagi, peraturan penerimaan cukup ambigu.

Tentunya kamu harus merupakan siswa yang baik dengan nilai yang baik, yang mengambil mata pelajaran yang menantang dan sejalan dengan passion-mu. Pada akhirnya universitas mencari siswa yang berorientasi akademis, dan mereka ingin memastikan bahwa kamu memiliki kapasitas intelektual untuk mengerjakan beban tugas nantinya.

Tapi ini seninya: kamu tidak harus sempurna!

Mungkin kamu merasa terintimidasi oleh anak laki-laki dari RJC yang memenangi hanya-Tuhan-yang-tahu berapa banyak olimpiade sains, berpartisipasi dalam begitu banyak ekstra kurikuler (CCA), memenangkan begitu banyak penghargaan dan medali melengkapi prestasi akademisnya yang baik, dan, memiliki ingatan fotografis. Mungkin kamu merasa tidak ada harapan jika dibandingkan dengan anak perempuan dari Hwa Chong yang berbicara enam bahasa dan nilainya semua A sejak UTS pertamanya di kelas 1 SMP. Tapi, seberapapun baiknya kamu sebagai siswa, tidak ada yang bisa menjamin kamu diterima di universitas top.

Akademis hanyalah salah satu cara bagi kamu untuk bersinar. Jika kamu memiliki prestasi akademis yang kuat, maka silakan dipamerkan. Tapi jika tidak, jangan merasa kecewa karena kamu masih bisa menampilkan aspek kepribadianmu yang lain yang penting dan dapat dikagumi. Saya ulangi lagi, akademis memang penting, tapi bukan segalanya.

Saya sarankan untuk mulai mengambil SAT di tahun sebelum tahun terakhir kamu agar kamu memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan dan mengambil kembali. Usahakan untuk tidak mengulang terlalu sering (mungkin maksimal tiga kali) karena mengulang terlalu sering menunjukkan keputusasaan dan kurangnya persiapan. Saya baru mulai mengambil SAT di bulan Juni tahun terakhir Saya (sebuah kesalahan), dan mengulang di bulan November di tengah-tengah ujian. Nilai Saya turun 20 poin, tapi jika Saya menjumlahkan nilai terbaik Saya untuk masing-masing komponen, nilainya naik 20 poin, tidak berbeda jauh, jadi seharusnya Saya tidak perlu menghabiskan uang dan mengulang.

Memang begitulah SAT. Kalau kamu sudah cukup mengerjakan latihan dari buku besar (Saya selelu menggunakan edisi collegeboard) dan mendapat hasil yang sama setiap mengerjakan, berarti kamu sudah mencapai titik optimalmu. Seberapa seringpun kamu mengulang, nilaimu tidak akan meningkat signifikan, kecuali kamu mengubah total cara belajarmu atau menggunakan pelatih SAT!

Saya mengambil SAT subjects di bulan Desember dan mempertimbangkan mengambil mata pelajaran lain di bulan Januari untuk mengkompensasi Matematika Saya, tapi akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya karena tidak semua sekolah menerima nilai tes yang diambil bulan Januari. Kamu harus cek ke setiap sekolah kapan tanggal terahir SAT yang mereka terima sebelum pengumuman penerimaan bulan April.

Selain itu, orang-orang juga bertanya pada Saya apakah A level atau IB diploma yang lebih dinilai panitia penerimaan, dan Saya tidak tahu jawabannya. Saya rasa ini tidak terlalu penting. Pelamar datang dari berbagai penjuru dunia dan mereka mengambil tes yang sangat beraneka ragam. Selama counselor-mu menjelaskan mata pelajaran yang kamu ambil dan bagaimana prestasimu dibandingkan teman-temanmu, lebih kurang panitia bisa menilai prestasi akademimu berdasarkan nilai tes manapun yang kamu serahkan.

Jadi, serahkan saja nilaimu yang menurutmu memberikan refleksi terbaik kapasitas intelektualmu. Untuk Laporan SMA (Secondary School Report) Saya minta councelor Saya menyerahkan nilai O level Saya (karena nilai O level Saya baik). Untuk laporan tengah tahun Saya mengunggah nilai ujian kenaikan tingkat (promotional exam) dan bukannya nilai ujian tengah tahun (final mid year exam) (karena nilai ujian tengah tahun Saya buruk akibat Piala Dunia 2010! Saya adalah salah satu siswa yang dipanggil ke ruang wakil kepala sekolah untuk diceramahi bahwa kami akan jadi tukang sapu jalan kalau kami tidak belajar dengan serius). Untuk laporan akhir tahun Saya mengunggah nilai prediksi (40 poin, setelah tidak berhenti memohon ke masing-masing guru mata pelajaran agar mereka bisa memberikan prediksi terbaik tanpa mengkompromikan nurani mereka).

Oh ya, adalah tugas councelor untuk mengunggah nilaimu. Kamu bisa memindai dokumenmu dalam file PDF dan memberikannya ke councelor-mu untuk diunggah dari akun online mereka.

Untuk SAT, ada pilihan untuk mengirimkan nilaimu secara digital ke college board. Kamu berhak untuk mengirimkan laporan secara gratis ke maksimum empat sekolah. Untuk setiap tambahan sekolah yang akan kamu kirimkan nilaimu, ada tambahan biaya 10 Dolar (tidak mungkin tidak membayar biaya SAT sama sekali, college board memang organisasi penghisap darah). Bebas biaya hanya berlaku untuk warga negara Ameriak Serikat. Sekali lagi, persiapkan dengan baik sebelum ujian dan hindarilah mengulang!

Sebagai kesimpulan tulisan ini, ingatlah bahwa semakin baik nilai SAT dan prestasi akademismu, semakin besar kemungkinanmu diterima di universitas impianmu, tapi, tetap tidak ada jaminan. Persiapkanlah dirimu sebaik mungkin, belajarlah dengan secerdas mungkin, dan serahkanlah nilai terbaik yang kamu peroleh. Ketahuilah bahwa nilai dirimu tidak ditentukan hanya oleh angka, dan universitas akan melihat aspek lain untuk melengkapi nilai akademismu.

Berita sebelumyaHow to Survive Host Family
Berita berikutnyaUniversity at Buffalo, The State University of New York
Alice is currently pursuing her Bachelor of Arts degree in Harvard University, Cambridge, Massachusetts. Her choice of major (or "concentration", speaking in Harvard lingo) in Social Anthropology is based on her imminent future plan to study while traveling around the world. Alice completed her International Baccalaureate degree in Singapore under ASEAN scholarship. In the past, she had written for various publications, from political reviews to gossip columns to travel guides, and won several writing competitions in Indonesian, Malay, and English language. Besides traveling and writing, she is a self-proclaimed dancer who specializes in couple dancing such as Ballroom styles, Salsa, Swing, and Brazilian Zouk.


  1. Hi Alice,
    I would like to ask some questions regarding SAT and its preparations.

    My name is Tasha and i’m currently studying in SMA 28 Jakarta. I am already familiar with Cambridge curriculum since I took IGCSE (A*AABB) last year and now i am still preparing for my A level.

    However, i am willing to take SAT (and SAT subject test: Math II and Biology) this November, but I just start prepare it by now which means I will only have 4 months to prepare. It kinda worries me since my goal is to get 2000 and above. I still have no clear idea about taking SAT and its preparations. Would you suggest me some best ways to prepare for SAT?
    Thanks in advance. 🙂

  2. Apakah Anda mencari pinjaman? Atau apakah Anda menolak pinjaman oleh bank atau lembaga keuangan untuk satu atau lebih alasan? Anda memiliki tempat yang tepat untuk solusi pinjaman Anda di sini! Elina Johnson perusahaan pinjaman kita terbatas dalam memberikan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan dan individu pada tingkat bunga rendah dan terjangkau dari 2%. Silahkan hubungi kami melalui e-mail hari ini melalui


    1) Nama Lengkap:

    2) Negara:

    3) Alamat: a

    4) Negara:

    5) Sex:

    6) Status Pernikahan:

    7) Pekerjaan:

    8) Nomer Telpon:

    9) Saat ini posisi di tempat kerja:

    10) Pendapatan Bulanan:

    11) Jumlah Pinjaman Dibutuhkan:

    12) Pinjaman Jangka waktu:

    13) Tujuan Peminjaman:

    14) Agama:

    15) Apakah Anda menerapkan sebelum;

    16) Tanggal lahir;

    terima kasih,

    Mrs Elina Johnson


Please enter your comment!
Please enter your name here