PhD Bootcamp Bantu Aplikasi Raih Beasiswa Doktoral di Korea Selatan

0
757
Berpose Bersama Mahasiswa Doktoral Lainnya di Salah Satu Ruang Kelas Kampus. Sumber: Dokumentasi dari Nguyen Van Bao.
Berpose Bersama Mahasiswa Doktoral Lainnya di Salah Satu Ruang Kelas Kampus. Sumber: Dokumentasi dari Nguyen Van Bao.

Persiapan untuk mendaftar jenjang doktoral lebih banyak dibandingkan ketika mengirim aplikasi untuk sekolah sarjana dan master. Bisa jadi pendaftaranya tidak hanya sekali dan langsung bisa diterima. Ada cerita dari Andika yang sempat merasakan mendaftar beberapa skema beasiswa hingga sempat diterima, namun bukan beasiswa penuh. 

Andika kemudian mengikuti program PhD Bootcamp dan mendapatkan manfaat yang dapat mendukung cita-citanya untuk kuliah S3 dengan beasiswa. Yuk, simak kisah Andika dalam proses mendaftar, mengikuti program persiapan studi doktor dari Indonesia Mengglobal, hinga akhirnya memperoleh tawaran menjadi mahasiswa doktoral. 

***

“Tak perlu ragu dan hirau dengan kondisi keuangan keluarga, yang terpenting fokuslah ke pendidikanmu dan gapai apa yang kamu inginkan setinggi-tingginya. Jangan pernah takut bermimpi!” ungkap Ibu saat saya akan mendaftar Sekolah Menengah Pertama.

Berawal dari kata-kata beliau, saya bertekad untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Keinginan untuk melanjutkan kuliah hingga studi doktor pun semakin kuat saat saya lulus sarjana. Saat itu, yang ada di pikiran saya adalah bagaimana mampu melanjutkan kuliah di luar negeri untuk studi pascasarjana dan nantinya mampu menjadi seorang pendidik dan peneliti yang berkontribusi, setidaknya untuk komunitas kecil di sekitar. Bermacam-macam beasiswa sudah dicoba, setidaknya ada tujuh beasiswa dilamar untuk bisa melanjutkan studi master di Korea dan sampai akhirnya mendapatkannya di tahun 2017.


Menikmati Salah Satu Tempat Wisata di Busan. Sumber: Dokumentasi dari Permatasari.

Pasca lulus studi master dari Yeungnam University di tahun 2019, saya sudah memegang offering letter untuk melanjutkan studi doktor di salah satu universitas di Korea. Akan tetapi, pandemi covid-19 membuat saya harus melepas kesempatan itu. Cukup kecewa? Tentu saja iya. Namun, ada rencana Tuhan yang lebih indah dibandingkan saya melanjutkan studi doktor saat itu. Tuhan sudah rencanakan hal tersebut karena beliau inginkan saya menghabiskan sedikit waktu saya untuk bersama Ibu di akhir kehidupan beliau. Di sisi lain, Ibu saya terus mendukung untuk meraih beasiswa dan mendapatkan tempat yang layak buat saya. Hal itu semakin memotivasi saya untuk terus berusaha.

Saya pun mencoba setidaknya beberapa beasiswa dari Seoul National University, Posco TJ Park Foundation, dan beasiswa dari Ewha Woman University. Dari sekian beasiswa yang saya coba, Ewha Womans University menerima saya sebagai mahasiswa PhD di akhir tahun 2020 tapi, dengan beasiswa yang hanya separuh dari tuition fee. Dengan berbagai pertimbangan, tawaran tersebut pun harus ditinggalkan. Sempat mengalami titik terendah dalam mencapai cita-cita melanjutkan studi doktor, saya mencoba untuk menghubungi beberapa profesor di Korea Selatan dan mantan supervisor saat studi master jika mungkin ada kesempatan untuk research lab. Hasilnya? Setidaknya saya mendapatkan project untuk joint research bersama profesor saya terdahulu. Walaupun proyek ini bukan untuk beasiswa doktor, namun setidaknya hal itu menghibur hati saya yang saat itu sempat gundah gulana berjalan dan berlari dalam mencari kesempatan.

Sampai pada akhirnya di akhir September 2021, terlintas di benak saya beasiswa Korea yang belum pernah saya coba yang ditawarkan oleh Korean Development Institute (KDI) School of Public Policy and Management. Setelah membaca profil jurusan dan akademik dari institusi tersebut, saya melihat bahwa jurusan, beasiswa, dan kurikulum yang ditawarkan sesuai dengan planning saya ke depan. Hampir seluruh mahasiswa di graduate school ini pun mendapatkan beasiswa full mulai dari tuition fee hingga living cost. Akhirnya, saya memutuskan untuk mempersiapkan segala persyaratan yang diminta oleh panitia seleksi.

Proses seleksi dibagi menjadi dua, yakni seleksi administrasi dan seleksi interview. Dalam proses seleksi administrasi, dokumen yang diminta dari institusi cukup banyak mulai dari personal statement, recommendation letter yang harus di-submit langsung oleh profesor melalui sistem aplikasi, curriculum vitae, ijazah yang sudah dilegalisasi oleh Kemenkumham dan Kemenlu, sertifikat bahasa Inggris (TOEFL IBT, IELTS, atau TOEIC), dan research proposal. Dalam persiapannya, mendapatkan recommendation letter dari Professor dan menulis curriculum vitae merupakan suatu hal yang sangat menantang bagi saya. Betapa tidak? Total, saya sudah mendaftar beasiswa doctoral sebanyak enam kali dan meminta rekomendasi kepada dua profesor saat studi master dan sarjana. 

Sebagai orang Jawa, ada kata “sungkan” buat saya untuk meminta lagi kepada beliau berdua apalagi dengan sistem penulisan rekomendasi yang harus di-submit langsung di sistem aplikasi. Namun, akhirnya saya putuskan untuk tetap meminta, jika memang beliau berkenan berarti memang rezeki saya dan jika tidak, ya cari cara lainnya. Alhamdulillah! Beliau berdua tetap menuliskan rekomendasi tersebut kepada saya. Satu permasalahan pun sudah kelar saat itu.

Korean Development Institute School of Public Policy and Management
Suasana Kampus Korean Development Institute School of Public Policy and Management pada Musim Panas 2022. Sumber: Dokumentasi dari Muthulingam Aruna)

Beranjak ke penulisan personal statement, curriculum vitae, dan research proposal. Saat itu, saya sempat bingung untuk bisa mendapatkan proofread dari teman-teman saya. Belajar dari pengalaman mendaftar beasiswa sebelumnya, saya berpikir mungkin salah satu dari ketiga hal tersebut adalah kelemahan saya sehingga pemberi beasiswa tidak memberikan kesempatan. Sampai pada akhirnya, saya melihat program PhD bootcamp muncul di social media. Setelah melihat testimoni teman-teman yang mengikuti program PhD bootcamp terdahulu, saya merasa mungkin program ini bisa membantu saya untuk mempersiapkan aplikasi saya di kampus ini.

Di program PhD boothcamp, mentor membantu para applicants untuk review penulisan CV, research proposal, dan berbagi pengalaman dalam mendaftar PhD. Hal pertama yang paling berkenan di saya adalah pada saat pembuatan curriculum vitae. Ternyata ada hal mendasar yang membuat saya ngeh. “Oh! I think that’s the point!” Saya sangat ingat apa yang mentor saya sampaikan bahwa kita harus beranggapan bahwa profesor yang membaca CV kita tidak memahami apapun terkait profil sekolah dan profil perusahaan dimana kita pernah belajar dan bekerja. Dari situ, saya perbaiki curriculum vitae yang saya punya. Di minggu kedua setelah menerima review dari mentor terkait dengan research proposal, saya perbaiki dan karena deadline yang mepet saya beranikan untuk mengirimkan aplikasi beasiswa ke institusi penyeleksi. Saat itu, yang saya pikirkan adalah saya sudah melakukan yang terbaik dan serahkan semua hasil pada Tuhan. Pasrah akan hasil.

Berita baik pun datang dua minggu kemudian. Di akhir sesi PhD bootcamp, saya mendapatkan panggilan wawancara dari kampus dan di awal bulan Desember tahun 2021, alhamdulillah saya diterima di KDI School of Public Policy and Management sebagai mahasiswa doctoral jurusan Development Policy. Alhamdulillah, akhirnya satu tangga pijakan saya untuk meraih cita-cita saya menjadi dosen dan peneliti tercapai. Namun, hal ini adalah langkah awal saya. Masih ada banyak hal yang harus dilakukan untuk saya lulus menjadi seorang akademisi yang berkontribusi untuk komunitas sekitar.

Indonesia Mengglobal sedang membuka pendaftaran PhD Bootcamp 2022. Jika Sahabat Indonesia Mengglobal ingin merasakan manfaat dari program ini untuk mendukung rencana studi Doktoral, ayo kirimkan aplikasi sebelum tanggal 2 Oktober 2022 melalui tautan: http://bit.ly/PhDParticipant22

PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal
Pendaftaran PhD Bootcamp 2022. Sumber: Indonesia Mengglobal

Program yang dapat diikuti tanpa biaya ini akan membahas materi-materi berikut untuk mendukung rencana studi S3 kamu.

PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal
Materi PhD Bootcamp 2022. Sumber: Indonesia Mengglobal

Apakah kamu orang yang tepat untu mengambil manfaat dari program PhD Bootcamp tahun ini? Yuk cek kriteria pesertanya seperti pada gambar berikut:

PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal
Kriteria Peserta PhD Bootcamp 2022. Sumber: Indonesia Mengglobal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here