Mengejar Ambisi bersama Membangun Indonesia: Cerita Studi Pasangan Arika dan Irsan di Inggris

0
796
Foto Wisuda Arika (Kiri) di University of Glasgow Cloisters Agustus 2022 dan Irsan (Kanan) di University of Manchester September 2022. Sumber: Dokumentasi pribadi
Foto Wisuda Arika (Kiri) di University of Glasgow Cloisters Agustus 2022 dan Irsan (Kanan) di University of Manchester September 2022. Sumber: Dokumentasi pribadi

“Sebagian orang kadang berpikir ketika sudah mendapatkan pekerjaan tetap dan menikah, impian mengenyam studi lanjut menjadi pudar. Tapi tidak untuk pasangan yang satu ini, Arika dan Irsan. Mengenyam studi sarjana dan berkerja di tempat yang sama, Arika dan Irsan akhirnya memutuskan juga untuk mengejar ambisi mereka membangun Indonesia dengan mengenyam master studi bersama. Alih-alih, rezeki pun tidak kemana, masing-masing mendapatkan beasiswa yang berbeda namun di periode dan negara tujuan studi yang sama. Yuk kita simak ceritanya!”

***

Halo Arika dan Irsan! Boleh perkenalkan diri kalian masing-masing?

Halo Sahabat Indonesia Mengglobal!

Perkenalkan saya Arika Fadhia Rahmi asal dari Bogor, dan Muhammad Irsan Agustian asal dari Surabaya. Kami berdua menyelesaikan studi S1 di jurusan Teknik Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya di tahun 2017 lalu. Setelah itu kami bekerja di perusahaan yang sama, Chandra Asri Petrochemical sebagai process engineer di dua divisi yang berbeda selama hampir 4 tahun.

Arika bekerja sebagai process improvement engineer yang sempat terlibat di beberapa proyek pengembangan pabrik dan inisiasi carbon footprint mapping, sedangkan Irsan bekerja sebagai process technology engineer yang banyak terlibat dalam tahap desain modifikasi maupun pengembangan unit produksi di pabrik.

Usai menikah di Oktober 2020, di September 2021 kami mulai melanjutkan studi magister di United Kingdom, mengambil jurusan dan universitas yang berbeda, karena menyesuaikan dengan pengalaman bekerja dan minat masing-masing. Arika megambil S2 di bidang Sustainable Energy di University of Glasgow, dan Irsan mengambil S2 di Advanced Process Integration and Design di University of Manchester.

Apakah sudah dari dulu tertarik melanjutkan master studi? Boleh tahu motivasinya?

Arika (Kanan) dan Irsan (Kiri) berfoto di Whitby, England Desember 2021. Sumber Dok. Pribadi
Arika (Kanan) dan Irsan (Kiri) berfoto di Whitby, England Desember 2021. Sumber: Dokumentasi pribadi

Kami berdua memang sudah ingin melanjutkan S2 sejak dulu karena merasa perlu untuk mengembangkan diri ke tingkat yang lebih tinggi, tapi rasanya dulu belum menemukan bidang yang pas untuk ditekuni lebih lanjut. Setelah bekerja selama hampir 4 tahun, kami masing-masing sudah memiliki preferensi yang kami yakini juga memiliki prospek karir yang bagus ke depannya.

Sejak masih S1, Arika sudah mulai tertarik menekuni isu sustainability dengan mengikuti forum mengenai sustainable urbanization, dan saat bekerja pun beberapa kali menangani program efisiensi energi dan dekarbonisasi. Sepertinya ini yang paling menjadi motivasi untuk mendaftar ke program magister yang tidak sepenuhnya ‘in-line’ dengan program sarjana yg dulu diambil.

Lain halnya dengan Irsan, pengalaman kerja nya selama 4 tahun justru membuatnya lebih yakin untuk mendalami bidang teknik kimia, tapi dengan memfokuskannya pada integrasi proses untuk menciptakan desain unit produksi yang lebih efisien.

Berbicara mengenai pilihan, mengapa memilih melanjutkan studi di UK dan mengambil jurusan tersebut?

Arika dan Irsan di Eilan Donan Castle, England April 2022. Sumber Dok. Pribadi
Arika dan Irsan di Eilan Donan Castle, England April 2022. Sumber Dok. Pribadi

Salah satu alasan utama memilih UK sebagai destinasi studi adalah banyaknya universitas dengan peringkat terbaik di dunia, dan juga adanya beragam pilihan beasiswa yang bisa didaftar. Arika mengambil jurusan Sustainable Energy di University of Glasgow berdasarkan pertimbangan area fokus program studi yang dijalani. Selain karena Scotland sudah jauh lebih unggul dalam pemanfaatan energi baru & terbarukan, program ini juga memberikan kesempatan mahasiswanya untuk memilih cross-discipline subjects sehingga Arika bisa mempelajari tidak hanya terkait teknologinya saja, tapi juga terkait teori keberlanjutan, kebijakan, etika lingkungan, dan juga perubahan sikap dan perilaku.

Irsan memilih untuk menempuh studi di Advanced Process Integration and Design, University of Manchester, karena keunggulan risetnya dalam efisiensi jaringan energi dalam proses produksi. Ditambah lagi, University of Manchester memiliki julukan the birthplace of chemical engineering, dan berkesempatan untuk diajar langsung oleh seorang professor yang saat S1 dulu hanya bisa dilihat namanya sebagai penulis textbook kuliah.

Keren! Boleh dijelaskan singkat apa saja yang dipelajari di program studi kalian?

Yang dipelajari Arika di program Sustainable Energy, University of Glasgow, itu cukup beragam. Di sini mahasiswanya punya banyak kesempatan memilih mata kuliah untuk bisa lebih fokus ke engineering atau pun sisi sustainability-nya. Karena untuk karier ke depannya ingin bisa jadi lebih generalist, Arika mengambil beberapa mata kuliah terkait sustainability (teori ekonomi dan kebijakan), juga terkait environmental ethics, dan behavioural change, di samping mengambil mata kuliah wajib dan pilihan seputar konversi energi, renewable energy technologies, dan juga energy & environment.

Arika (Kerudung Coklat) mempresentasikan posternya di University of Mancheste, Englan September 2022. Sumber Dok. Pribadi
Arika (Kerudung Coklat) mempresentasikan posternya di University of Glasgow, Scotland Agustus 2022. Sumber: Dokumentasi pribadi

Sebagai tugas akhir, Arika memilih fokus di bidang Energy Economics dan mengerjakan project untuk mensimulasikan integrasi EBT yang lebih tinggi di Indonesia dalam 10-15 tahun mendatang. Kebanyakan dari mata kuliah yang dipelajari di sini adalah materi baru bagi Arika yang sebelumnya belajar dan bekerja di bidang Teknik Kimia, banyak mendapatkan tugas dan assessment untuk menulis essay dibandingkan menghitung, dan menghitung pun banyak teori baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

Irsan berfoto di depan kampus tempat ia mengenyam master studi, University of Manchester, England April 2022. Sumber Dok. Pribadi
Irsan berfoto di depan kampus tempat ia mengenyam master studi, University of Manchester, England September 2022. Sumber Dok. Pribadi

Sedangkan Irsan lebih cenderung memperdalam materi yang sebelumnya dipelajari di S1 maupun selama bekerja, dengan banyak pendalaman integrasi sistem melalui penerapan dalam simulasi yang melibatkan banyak penyusunan laporan selama aktivitas perkuliahan. Secara general, kuliah di UK memiliki tantangan tersendiri karena harus selesai dalam waktu satu tahun, dan aktiftas perkuliahan cenderung menuntut mahasiswa untuk aktif bertanya dan belajar mandiri menggunakan resources yang disediakan fasilitasnya dari kampus.

Mengenyam studi di UK bersama, bagaimanakah keseharian kalian?

Arika dan Irsan ditengah kesibukan perkuliahan menyempatkan mengunjungi Cairngorms National Park, Scotland April 2022. Sumber Dok. Pribadi
Arika dan Irsan ditengah kesibukan perkuliahan menyempatkan mengunjungi Cairngorms National Park, Scotland April 2022. Sumber: Dokumentasi pribadi

Sehari-hari kami tinggal di kota masing-masing, Glasgow dan Manchester, yang berjarak sekitar 3.5 jam kalau naik kereta, dan hampir 5 jam naik bis. Jadi untuk aktivitas sehari-hari dijalani sendiri, dan cukup puas juga dengan ‘susunan’ seperti ini karena dari kuliah S1 dulu sampai bekerja pun kita selalu di tempat yang sama. Sekarang berkuliah di universitas dan kota yang berbeda cukup menyenangkan karena kita berdua jadi punya banyak teman di kota berbeda, bisa refreshing juga sambil mengunjungi satu sama lain.

Kira-kira dalam sebulan bisa bertemu sekali dan menyesuaikan jadwal perkuliahan masing-masing juga. Karena di semester 1 kemarin (tahun 2021) kelas nya masih mayoritas online, itu sangat membantu untuk kita bisa saling mengunjungi satu sama lain dengan tidak buru-buru dan sambil berkuliah secara jarak jauh. Untungnya kedua kota ini adalah kota besar yang frekuensi bis dan keretanya sering dengan harga yang terjangkau, jadi tentu saja hal ini jadi pertimbangan kami saat memutuskan untuk saling berkunjung di saat libur perkuliahan.

Wah menarik! Pernah ga sih menyangka akan kuliah di periode yang bersamaan?

Kami sama sekali tidak menyangka awalnya bahwa studi bersamaan dengan keduanya mendapat beasiswa, apalagi setelah menikah, itu ternyata bisa dilakukan dan sangat bisa diusahakan. Tentu saja dari awal merencanakan untuk bisa berbarengan, tapi dengan mindset serealistis mungkin juga sehingga kami menyiapkan beberapa skenario apabila salah satu tidak diterima di universitas ataupun di beasiswanya.

Jadi, secara persiapan memang dari awal direncanakan dan dilakukan bersama-sama, dari mulai menyiapkan berkas pendafataran universitas, persiapan dan tes IELTS, dan juga pengerjaan essay. Karena cukup mengenal satu sama lain dan juga minat dan pengalaman kerjanya, kami masing-masing sangat terbantu karena bisa saling mengoreksi dan memberi masukan selama mempersiapkan dokumen pendaftaran sampai persiapan seleksi beasiswa.

Boleh cerita tidak pengalaman selama mencari beasiswa hingga akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa studi lanjut di UK?

Arika dan Irsan di (Kiri) Idul Fitri bersama teman-teman mahasiswa Indonesia di Glasgow Mei 2022 dan (Kanan) Idul Adha bersama teman-teman mahasiswa Indonesia di Manchester July 2022. Sumber Dok. Pribadi
Arika dan Irsan di (Kiri) Idul Fitri bersama teman-teman mahasiswa Indonesia di Glasgow Mei 2022 dan (Kanan) Idul Adha bersama teman-teman mahasiswa Indonesia di Manchester July 2022. Sumber: Dokumentasi pribadi

Pada awal pencarian beasiswa, untuk memperluas peluang, kami sempat mendaftar dan diterima di beberapa universitas di negara lain seperti New Zealand dan Belanda, walaupun memang saat mendaftar ke beasiswanya belum berjodoh. Salah satu yang sempat menjadi tantangan jadi kami adalah saat salah satu dari kami tidak memenuhi minimum score IELTS di salah satu band nya, sehingga menghambat proses aplikasi ke beberapa universitas di UK. Persiapan ini cukup memakan energi karena harus meluangkan waktu yang cukup di sela-sela bekerja full-time dan juga selama masa pandemi COVID 19.

Awalnya Arika yang lebih dulu mendapatkan acceptance letter in University of Glasgow dan mendaftar beasiswa BC women in STEM namun belum rejeki diterima pada saat itu. Beruntungnya, pendaftaran LPDP tidak lama dibuka setelahnya dan jurusan serta universitas nya termasuk dalam list 100 universitas terbaik nya LPDP.

Sayangnya, Irsan baru menerima acceptance letter dari beberapa universitas yang didaftarnya, termasuk University of Manchester, setelah pendaftaran LPDP ditutup karena harus menunggu hasil tes IELTS yang terbaru terlebih dahulu. Beruntungnya, beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang baru saja dibuka tahun 2021 masih menerima pendaftaran untuk intake September 2021, dan Irsan memenuhi kualifikasi pendaftarannya melalui jalur prestasi karena pernah menjuarai kompetisi tingkat internasional semasa studi S1 dulu.

Hebat! Adakah tantangan sebelum keberangkatan?

Keberangkatan Arika September 2021 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Indonesia. Sumber Dok. Pribadi
Keberangkatan Arika September 2021 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Indonesia. Sumber Dok. Pribadi

Tentu. Karena timeline beasiswa yang berbeda, saat Arika sudah pengumuman diterima LPDP pun Irsan masih menjalani proses wawancara. Hingga keberangkatan Arika pun, Irsan belum dapat kepastian berangkat di tahun yang sama karena kampusnya mengharuskan 100% face-to-face teaching walaupun masih ada pandemic restrictions.

Di saat yang bersamaan, waktu kami pun banyak terpotong oleh keharusan karantina saat sampai di UK, yang membuat semua timeline menjadi sangat mepet untuk dikejar. Walaupun banyak ketidakpastian yang kami hadapi selama proses keberangkatan ini, kami banyak juga beruntungnya karena memiliki kualifikasi yang tepat saat kesempatan beasiswa nya dibuka.

Bersyukur sekali! Ada tips yang bisa dibagikan untuk sobat Indonesia Mengglobal yang sedang merencanakan studi lanjut bersama pasangan?

Tips dan mungkin hal utama yang kami pelajari selama proses mendaftar studi dan beasiswa adalah untuk selalu look beyond what’s visible to the eye. Selama proses awal persiapan pendaftaran, kami tidak mengenal satu orang pun yang berhasil mendapatkan kesempatan studi bersama pasangan dengan keduanya mendapatkan beasiswa ke luar negeri di waktu yang bersamaan pula.

Setelah menjalani dan sampai di UK, paling tidak kami mengenal 3 pasangan yang juga sama-sama mendapatkan beasiswa untuk kuliah di UK, baik untuk jenjang master maupun PhD. Jadi, jangan minder atau merasa gak mungkin sebelum mencoba hanya karena tidak pernah melihat orang yang serupa kondisinya dengan kita. Seringkali, kita memang sedang tidak berada di lingkungan yang mendukung/menyediakan contoh yang sesuai. Cari informasi sebanyak-banyak nya dan usahakan yang terbaik, jangan terlalu sibuk memprediksi kemungkinan dari informasi yang kita anggap kita tau, karena banyak sekali kemungkinan di luar sana yang tidak pernah kita pikirkan bisa dicapai sebelumnya.

Di akhir masa studi magister kalian, apa rencana jangka panjang setelah lulus dan kedepannya? Tetap berkarya bersama?

Arika (Kanan) dan Irsan (Kiri) berfoto di Lake District England, January 2022. Sumber: Dokumentasi pribadi
Arika (Kanan) dan Irsan (Kiri) berfoto di Lake District England, January 2022. Sumber: Dokumentasi pribadi

Setelah magister studi kami selesai kami ingin terus berkarya bersama sesuai dengan minat kami masing-masing. Sejauh ini, kami berencana untuk melanjutkan karir sesuai minat kami, Arika di bidang sustainability & energy dan Irsan di bidang process engineering. Selama perjalanannya, tentu kami berharap bisa terus tumbuh dan berkarya bersama, saling mendukung dan membantu self-development satu sama lain baik dalam meniti karir maupun hal lainnya.

Harapannya juga bisa sama-sama berkontribusi untuk memajukan Indonesia sesuai dengan spesialisasi kami. Selama 1 tahun tinggal di United Kingdom, banyak sekali hal yang bisa dipelajari di luar perkuliahan itu sendiri. Termasuk membuat kami sadar atas kedaulatan sumber daya alam dan energi Indonesia yang jauh lebih kaya dari Britania Raya. Semoga pengetahuan yang kami dapatkan selama studi dapat membantu terwujudnya pertumbuhan ekosistem energi Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here