A Life-Changing Experience: Pengalaman Kuliah di Lithuania

0
1048
Attif Muhammad Dzaky di depan Vytautas Magnus University, Kaunas, Lithuania. Sumber: Dokumentasi pribadi

“Berbicara tentang pengalaman kuliah di luar negeri, pasti tidak akan lepas dari negara-negara tujuan studi yang pada umumnya dibidik oleh calon mahasiswa Indonesia. Lain halnya bagi Attif Muhammad Dzaky, seorang mahasiswa S1 di Telkom University, Indonesia, yang malah menemukan pengalaman yang mengubah hidupnya saat berkuliah di Vytautas Magnus University, Kaunas, Lithuania. Simak kisahnya saat mengenyam studi di negara Eropa Timur tersebut melalui skema Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2022!”

***

Mencintai Seni dan Desain sejak Dini

Halo Sahabat Indonesia Mengglobal!

Nama saya Attif Muhammad Dzaky. Saat ini saya mengenyam studi Desain Komunikasi Visual (DKV) di Telkom University tepat di semester 7. Sejak di tingkat Sekolah Dasar (SD), saya memang mencintai hal-hal yang berkaitan dengan seni dan desain. Hal ini nampaknya terinspirasi dari ayah saya. Tepat saat beranjak ke Sekolah Menengah Atas (SMA), saya mulai mencari tahu tentang prospek karier di bidang seni dan desain, hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil program DKV di Telkom University.

Di program studi DKV, saya memfokuskan diri untuk mengasah kemampuan Desain Grafis, termasuk ilustrasi. Sehingga sebagian besar portofolio saya berkaitan dengan ilustrasi. Rencana tugas akhir saya pun akan difokuskan untuk ilustrasi buku anak. Dari titik inilah keinginan untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan dengan mendaftarkan diri di program IISMA muncul.

Membangun Mimpi Lama melalui IISMA

Saat SMA dahulu, saya sempat mengikuti seleksi untuk program pertukaran pelajar, tetapi belum rezeki saya untuk lolos. Oleh karena itu, saat saya mendengar tentang program IISMA di tahun 2021, muncul hasrat untuk membangun mimpi lama yang terpendam untuk merasakan atmosfer akademik di luar negeri.

Di tahun 2021, saya mulai browsing informasi tentang kegiatan IISMA dan Kampus Merdeka. Tetapi karena informasinya yang belum menyeluruh ke saya pribadi, saya baru berkesempatan untuk mendaftarkan diri di tahun 2022. Saat itu saya berpikir bahwa karena gencar-gencarnya program magang merdeka, IISMA menjadi kesempatan emas bagi saya untuk ikut program yang serupa guna mengembangkan kemampuan dan pengetahuan saya di bidang desain.

Ada beberapa rangkaian seleksi yang saya ikuti, termasuk seleksi dokumen, seleksi tes wawasan kebhinekaan, hingga seleksi wawancara. Seluruh detail yang berkaitan dengan dokumen pendukung yang diperlukan dapat dilihat di situs web resmi IISMA.

Penerima beasiswa IISMA di Vytautas Magnus University saat Orientation Day. Sumber: Dokumentasi pribadi
Penerima beasiswa IISMA di Vytautas Magnus University saat Orientation Day. Sumber: Dokumentasi pribadi

Jujur pada saat pertengahan seleksi IISMA 2022, saya didera sakit Demam Berdarah yang membuat saya sempat kewalahan untuk mempersiapkan proses seleksi beasiswa tersebut. Akan tetapi, saya bertekad kuat untuk mempersiapkan sebaik mungkin meskipun sembari berbaring/bed rest. Saat hari pengumuman kelulusan, sehabis shalat isya, saya mencoba untuk tidak membuka ponsel seketika karena takut kecewa. But then, I froze when I saw the announcement. Turned out I got accepted! Seketika saya kontak orang tua. I can say that I am privileged to have parents who are very supportive. Mereka sangat gembira dan mendukung segala keputusan yang saya ambil untuk program IISMA ini.

The Journey Begins: Menjejakkan Kaki di Lithuania

17 Agustus 2022, tepat di hari kemerdekaan Indonesia, saya pertama kali menjejakkan kaki di Lithuania. Hal yang menjadi momen spesial bagi saya karena saya pun merasa “merdeka” untuk meraih cita-cita dalam mengembangkan pengetahuan dan kemampuan di bidang seni dan desain.

Bagi saya, berkuliah di Lithuania memberikan pengalaman akademik dan non-akademik yang sangat-sangat berbeda dibandingkan dengan yang saya alami di Indonesia. Salah satunya adalah sistem attendance atau absensi yang mana di Lithuania tidak begitu dianggap penting. Mahasiswa di Lithuania dianggap telah menjadi orang dewasa yang mengetahui bagaimana hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa, sehingga kehadiran di kelas tidak dianggap menjadi aspek penilaian. 

Selain itu, tipe-tipe tugasnya pun memberikan pengalaman yang sangat baru bagi saya sebagai mahasiswa Indonesia. Di Lithuania, sebagian besar tugas mengharuskan kita untuk membaca berbagai artikel jurnal dalam Bahasa Inggris dan menulis esai, hal yang tidak biasa dilakukan saat di Indonesia. Hal ini mengembangkan kemampuan saya untuk membaca informasi dan menulis secara kritis.

Kegiatan mengenalkan batik kepada mahasiswa Vytautas Magnus University, Kaunas, Lithuania. Sumber: Dokumentasi pribadi

Ada banyak sekali hal yang saya pelajari di Lithuania. Dalam segi akademik, saya mempelajari ilmu yang multidisiplin berkaitan dengan popular culture dan creative writing yang ada dalam lingkup political sciences. Hal ini tentunya dapat menambah wawasan saya tentang penulisan kreatif dan budaya-budaya populer yang dapat menunjang karir saya kedepannya di DKV. Karena seni dan desain itu tidak terlepas dari penulisan kreatif dan pemahaman tentang budaya populer.

The Idea of Europe (International Symposium). Sumber: Dokumentasi pribadi
Attif mengikuti simposium internasional “The Idea of Europe” di Vytautas Magnus University, Kaunas, Lithuania. Sumber: Dokumentasi pribadi

Dalam segi non akademik, saya sempat terkejut dengan karakteristik masyarakat di Lithuania secara umum. Apabila pertama kali tiba di Lithuania, mungkin kita akan mengira bahwa orang Lithuania itu tidak ramah kepada orang asing, tidak seperti orang Indonesia yang murah senyum bahkan kepada orang yang tidak dikenal. Padahal, itu hanya perbedaan cara komunikasi dan interaksi saja. Apabila sudah kenal dengan dekat, orang Lithuania pun sangat ramah kepada satu sama lain.

Salah satu buktinya, saat Orientation Days, saya dan teman-teman Indonesia sempat berkenalan dan dekat dengan mahasiswa lokal Lithuania atau pun mahasiswa internasional yang kuliah di Lithuania saat program Survival Lithuanian. Dalam sesi ini, saya berkesempatan untuk mengenal tentang bahasa dan budaya Lithuania. Sebaliknya, saya dan teman-teman penerima beasiswa IISMA pun berkesempatan untuk mengenalkan budaya Indonesia, melalui acara pengenalan batik ‘Introducing Batik Beyond Border’.

Walaupun saya studi di non-English speaking country, sebagian besar generasi muda di Lithuania sangat terbuka dan mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Hal ini sangat membantu saya untuk melaksanakan aktivitas harian seperti belanja bahan makanan dan lainnya. Namun demikian, saya pun berusaha untuk mempelajari bahasa Lithuania untuk keperluan sehari-hari, seperti belanja, menyapa, dan lainnya.

Selama di Lithuania, saya pun dapat dengan mudah bepergian ke negara-negara Eropa lainnya karena lokasinya relatif berdekatan dengan negara-negara Eropa Timur lainnya. Saya pun menikmati pengalaman empat musim yang berbeda, pengalaman yang tidak akan didapatkan di Indonesia.

Komunitas Indonesia di Lithuania

Ada cukup banyak orang Indonesia yang ada di Lithuania, kurang lebih mungkin hampir mencapai 80 orang. Sebagian besar dari mereka memang tinggal di Lithuania untuk bekerja atau menikah dengan warga negara Lithuania. Walaupun PPI Lithuania belum secara resmi berdiri, karena baru dua tahun lalu diinisiasi, seringkali komunitas Indonesia di Lithuania mengadakan pertemuan informal berupa potluck di sini.

Selain itu, kedelapan mahasiswa penerima IISMA di Lithuania, semuanya tinggal di satu bangunan asrama yang sama, jadi kami selalu bersama-sama untuk melaksanakan kegiatan akademik atau non akademik. Beruntungnya juga, saya sebagai muslim masih dapat melaksanakan kewajiban dengan lancar karena di depan kompleks asrama saya terdapat masjid yang biasa digunakan oleh komunitas muslim di kota Kaunas untuk melaksanakan shalat lima waktu dan shalat jumat. Setelah shalat jumat, biasanya kami berkumpul dengan komunitas muslim dan mahasiswa Indonesia lainnya untuk berdiskusi dan mengenal satu sama lain.

Berkumpul dengan komunitas mahasiswa Indonesia di Lithuania. Sumber: Dokumentasi pribadi

Lesson Learned from Academic Experience in Lithuania

Tak terasa tinggal 2 atau 3 bulan lagi pengalaman akademik saya akan berakhir. Ada banyak hal berkaitan dengan akademik dan non-akademik yang saya pelajari. Bagi saya, kita harus beradaptasi sebaik mungkin dengan situasi dan kondisi yang jauh berbeda dengan yang biasanya kita rasakan.

Selain itu, berkuliah di Lithuania sebagai representasi dari Indonesia, membuat saya menyadari betapa kayanya budaya Indonesia. Saya dan teman-teman Indonesia di Lithuania mencoba menunjukkan kepada masyarakat Lithuania bahwa kami adalah representasi terbaik dari masyarakat Indonesia. Alhasil, saya merasa bangga akan identitas sebagai warga negara Indonesia.

Bersama Ketua PPI Lithuania - Mengunjungi Republik Uzupis. Sumber: Dokumentasi pribadi
Bersama Ketua PPI Lithuania – Mengunjungi Republik Uzupis. Sumber: Dokumentasi pribadi

Bagi teman-teman yang berencana untuk mendaftarkan diri dalam program IISMA, be true about ourselves, do and strive for what you want to become. Sesungguhnya hasil itu selalu mengikuti usaha kita. Bagi saya, program ini menjadi one of my life-changing experiences. Semoga sukses untuk teman-teman yang berusaha untuk mendaftarkan program ini.

***

Editor: Yogi Saputra Mahmud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here