Sebagai seseorang yang telah menghabiskan hampir satu dekade belajar dan hidup di Singapura dan merintis karir di bidang perbankan, saya memiliki pengalaman langsung dengan tantangan finansial yang dihadapi seorang mahasiswa Diaspora Indonesia. Mulai dari mengelola pengeluaran sehari-hari dalam mata uang baru hingga memahami nuansa dari berbagai lingkungan ekonomi, perjalanan saya telah penuh dengan tantangan dan pencerahan. Hal ini telah memberi saya wawasan berharga tentang pengelolaan anggaran yang efektif, khususnya bagi mahasiswa dari Indonesia yang bercita-cita untuk studi di luar negeri.

Ini adalah bagian pertama dari sebuah serial yang terdiri dari tiga bagian, bertujuan untuk memberikan kamu tools dan pengetahuan keuangan supaya perjalanan di luar negeri tidak hanya memperkaya kamu secara akademis tetapi juga stabil dan secara finansial.

What exactly do you need to do?

Sebagai seseorang yang telah belajar dan hidup di luar negeri selama hampir satu dekade dan sekarang bekerja sebagai bankir, saya telah melihat betapa rumitnya mengelola keuangan di negara asing, apalagi untuk pelajar muda yang melancong ke luar negri. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya ingin berbagi strategi keuangan praktis untuk mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Firstly, understand the cost of living abroad

  1. Cari Tahu Biaya Pengeluaran

Sebelum keberangkatan, sangat penting untuk meneliti secara menyeluruh biaya hidup di negara tuan rumah kamu. Ini termasuk sewa, makanan, transportasi, dan hiburan. Situs web seperti Numbeo dapat memberikan gambaran umum tentang biaya hidup di berbagai kota.

2. Rencanakan Pembiayaan untuk Pengeluaran Awal

Sering diabaikan, biaya awal seperti deposit perumahan, furnitur, dan perlengkapan esensial bisa besar. Pastikan kamu memiliki dana cadangan untuk menutupi ini.

3. Riset dan Persiapan untuk Pertukaran Mata Uang

Sebelum pindah ke luar negeri, sangat penting untuk memahami dan mempersiapkan fluktuasi pertukaran mata uang. Menggunakan aplikasi seperti Wise, yang akan kami bahas dalam artikel mendatang, dapat membantu kamu mengelola dan merencanakan perubahan ini secara efektif. Persiapan ini dapat berdampak signifikan pada strategi keuangan kamu dengan memastikan kamu mendapatkan nilai terbaik dari transfer dan pertukaran uang kamu.

Tips Keuangan Praktis Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri: Bagian Pertama

Tips Keuangan Praktis Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri: Bagian Pertama

Then, strive to create and manage a budget

  1. Gunakan Budgeting Tools

Manfaatkan teknologi untuk keuntungan kamu. Aplikasi keuangan seperti Mint atau YNAB dapat membantu melacak pendapatan dan pengeluaran kamu secara efisien. Mereka juga dapat memberikan wawasan tentang kebiasaan pengeluaran kamu.

2. Kategorikan Pengeluaran

Bedakan antara pengeluaran esensial dan non-esensial. Esensial meliputi sewa, makanan, dan transportasi, sementara non-esensial mungkin terdiri dari aktivitas rekreasi dan makan di luar. Hal ini akan membantu dalam memprioritaskan pengeluaran kamu.

3. Pemeriksaan reguler

Anggaran kamu tidak bersifat tetap. Mengevaluasi secara berkala dan menyesuaikan keuangan kamu secara teratur sangat penting, terutama jika ada perubahan dalam pendapatan atau pengeluaran yang tidak terduga.

Tips Keuangan Praktis Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri: Bagian Pertama

Tips Keuangan Praktis Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri: Bagian Pertama

Smart Spending and Saving Tips

  1. Diskon Mahasiswa

Maksimalkan penggunaan diskon mahasiswa. Banyak negara menawarkan diskon yang cukup besar untuk mahasiswa pada transportasi umum, museum, bioskop, dan bahkan beberapa restoran.

2. Masak di Rumah

Salah satu cara paling efektif untuk menghemat uang adalah dengan memasak makanan kamu sendiri. Membeli bahan makanan secara grosir dan menyiapkan makanan di rumah dapat secara drastis mengurangi pengeluaran makanan kamu.

3. Akomodasi Bersama

Memilih untuk tinggal bersama dapat secara signifikan mengurangi biaya hidup kamu. Situs web seperti Craigslist, grup Facebook, atau papan pengumuman universitas bisa menjadi sumber daya yang bagus untuk menemukan teman sekamar.

Additional Tips from a Banker’s Perspective

  1. Dana Darurat/Emergency Fund

Tujuan untuk menyimpan setidaknya tiga bulan biaya hidup sebagai dana darurat. Dana ini bisa menjadi penyelamat di masa krisis keuangan yang tidak terduga.

2. Hindari Hutang yang Tidak Perlu

Berhati-hati terhadap tawaran penggunaan kartu kredit dan pinjaman. Kedua hal tersebut merupakan solusi jangka pendek dan singkat namun sebenarnya dapat menjadi beban keuangan jangka panjang.

3. Rencanakan untuk Masa Depan

Alokasikan dana tabungan dengan mempelajari investasi rendah risiko seperti deposit atau reksadana. Mulailah merencanakan masa depan keuangan kamu sejak dini. Baik itu menabung untuk gelar pascasarjana atau membangun dana untuk memulai karir pasca-studi, memiliki tujuan keuangan jangka panjang sangat penting.

Bagian 2 dan 3 akan segera hadir sebagai kelanjutan dari serial literasi keuangan yang membahas tentang tips alokasi keuangan serta strategi perencanaan jangka panjang untuk mahasiswa Indonesia di luar negeri. Bagian 2 akan membahas secara detail dengan contoh bagaimana untuk menyiapkan keuangan di negara yang baru. Seri ini diharapkan tidak hanya akan membantu kamu dalam mengelola keuangan lebih baik tetapi juga memberikan wawasan untuk memaksimalkan pengalaman studi di luar negeri.

Tips Keuangan Praktis Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri: Bagian Pertama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here