A Lesson Learnt from The Pandemic: Embrace The Challenges and Pursue Your Academic and Professional Dreams!

1
1038
Ngabdul Khalim, CEO English++ dan sedang menjalani MA English Linguistics di UCL, Inggris
Ngabdul Khalim, CEO English++ dan sedang menjalani MA English Linguistics di UCL, Inggris

Pandemi Covid-19 membuat banyak keterbatasan dalam kehidupan sehari-hari kita, yang tentu bagi sebagian orang menjadi sebuah hambatan dalam karir dan kehidupan professional. Tak berbeda dari Ngabdul Khalim, pandemi sempat menjadi batu sandungan dalam karirnya. Namun dengan menjaga fokus dan resilience, Ngabdul Khalim berhasil melanjutkan studi MA English Linguistics di UCL, UK dengan beasiswa LPDP, menjadi academic representative dan EDI committee di UCL and terlebih sebagai Founder and CEO ENGLISH++ (englishplusplus.id). Yuk simak ceritanya!

Dorongan untuk berkarir di bidang edukasi dan penerjemah menjadi motor penggerak utama

Ngabdul Khalim, atau akrab disapa Khalim, pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini menceritakan bahwa ketertarikannya berkarya di bidang English Linguistics bermula sejak ia mengenyam pendidikan studi sarjana Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan di Universitas Terbuka, di mana ia menyadari sangat pentingnya 2 kajian, yaitu syntax dan morphology dalam ranah penerjemahan. Seusai menyelesaikan studi sarjananya, Khalim memulai karirnya di bidang edukasi dan penerjemahan serta penyuntingan, mengikuti passion-nya. Keinginan Khalim untuk menjadi pengajar dan periset di bidang linguistik di perguruan tinggi kedepannya memotivasinya untuk melanjutkan studi ke jenjang master, di mana kemudian pilihannya berlabuh di MA English Linguistics di UCL. Studi komprehensif yang mencakup 4 aspek penting di studi linguistik, yakni syntax (tata bahasa), morphology (studi kata), semantics (studi makna), dan pragmatics (studi konteks/ maksud), serta tambahan kajian kontemporer seperti English Corpus Linguistics dan klasik seperti History of the English Language (meliputi Old English, Medieval English, Modern English) dan Sounds of English (keragaman pronunciation negera-negera berbahasa Inggris di seantero dunia) membuat Khalim yakin master studi ini adalah pilihan yang tepat.

Khalim berfoto bersama koleganya di tengah diskusi materi di luar kelas, sumber: dokumen pribadi

Lebih dari sekedar studi: menjabat sebagai Academic Representative jurusan dan EDI committee di UCL

Di sela studi magisternya, Khalim juga mengembangkan kemampuan softskill-nya dengan menjabat sebagai Academic Representative untuk jurusan dan EDI (Equity, Diversity, and Inclusion) Commitee di UCL. Sebagai Academic Representative, Khalim bertanggung jawab untuk mengumpulkan gagasan, pandangan, dan pendapat dari koleganya tentang kegiatan belajar-mengajar serta pengalaman studi di UCL secara keseluruhan, juga kolaborasi antara mahasiswa dan dosen untuk kegiatan belajar-mengajar yang lebih kooperatif dan engaging.

Khalim sedang mengikuti Rapat Academic Representatives, English Department, UCL. Sumber Dokumen Pribadi
Khalim sedang mengikuti Rapat Academic Representatives, English Department, UCL. Sumber Dokumen Pribadi

Tidak hanya aspek akademis, Khalim juga menginisiasi kegiatan social-akademis di jurusannya di luar jam perkuliahan, seperti weekend trips, social dinners, study clubs, hingga mediasi isu-isu akademis serius yang muncul di kelas ke pihak-pihak terkait (dosen dan fakultas). Jiwa sosialnya yang tinggi untuk membantu kolega yang berjuang keras secara akademis dan mental karena tingginya tuntutan dan workload studi membawa Khalim terpilih sebagai “Rep of the Month Feb 2022” di UCL dan shortlisted untuk Oliver Hare Altruism Award.

Khalim mengabadikan moment Christmas Dinner, MA English Linguistics UCL bersama koleganya, sumber dokumen pribadi
Khalim mengabadikan moment Christmas Dinner, MA English Linguistics UCL bersama koleganya, sumber dokumen pribadi

Sedangkan untuk jabatan EDI, Khalim bertugas menjaga tiga aspek utama, yakni ekuitas, diversitas, dan inklusif. Melihat tingginya keragaman di lingkungan UCL, Khalim melihat pentingnya representasi seluruh entitas supaya ketiga aspek tadi dapat terjaga dengan baik. Entitasnya sebagai mahasiswa muslim membuat Khalim mengusulkan adanya prayer room di tiap gedung utama UCL, dengan pertimbangan banyaknya mahasiswa muslim yang ijin meninggalkan gedung kuliah selama breaktime untuk beribadah dan pembukaan stalls khusus yang menyediakan halal foods di kantin-kantin UCL. Jabatan ini juga membuat Khalim terlibat dalam diskusi perumusan kurikulum di Department of English Language and Literature yang akan diadopsi untuk tahun akademik berikutnya.

Acara informal lunch mahasiswa dan staf MA English Linguistics
Acara informal lunch mahasiswa dan staf MA English Linguistics. sumber dokumen pribadi

Selangkah lebih jauh: melebarkan sayap startup di tengah pandemi

Saat masih di bangku kuliah circa 2016, Khalim merintis ENGLISH++ Academy dengan motivasi passion-nya akan dunia pendidikan. Menjalankan operasi bisnis utamanya berupa kursus bahasa Inggris yang berbasis di Semarang, ENGLISH++ Academy mengembangkan platform online sekaligus menambah layanannya berupa materi pembelajaran bahasa Inggris, pelatihan bahasa Inggris online, jasa penerjamahan dan proofreading, pada tahun 2018-2019. Dengan ekspansi layanan baru ini, ENGLISH++ Academy pun bertransformasi menjadi ENGLISH++ Startup.

Rumah TOEFL, pelatihan daring gratis yang diinisiasi ENGLISH++ Startup
Rumah TOEFL, pelatihan daring gratis yang diinisiasi ENGLISH++ Startup, sumber dokumen pribadi

Sempat mengalami penurunan drastis jumlah peserta didik awal pandemi Covid-19, startup online ini baru menemukan momentumnya untuk berkembang di mana setiap orang “terpaksa” beralih dari aktivitas temu fisik menjadi temu virtual. Tentu, kala itu Khalim struggle untuk membangun platform online tersebut. Terbantu lewat diskusi santai dengan fellow awardee LPDP, Khalim berhasil meningkatkan jumlah visit platform online-nya dengan menerapkan ilmu SEO. Terlebih, ilmu yang didapatkannya selama menjalani studi MA English Linguistics di UCL akan membantunya memperluas cakupan pengetahuan untuk mengembangkan startup ini.

Pandemi: Kesempatan dalam Keterbatasan

“Melihat kesempatan dalam kesempitan” mungkin menjadi pepatah klise terbaik untuk menggambarkan tantangan terbesar pasca merebaknya pandemi. Di tengah keterbatasan yang disebabkan pandemi Covid-19, Khalim melihat justru kondisi ini sebagai momentum emas untuk melejitkan startup-nya. Fokus dan konsisten terhadap apa yang dilakukan dan dibangunnya menjadi kunci Khalim mengembangkan startup-nya di tengah pandemi, hingga “word of mouth” terbangun dengan sendirinya.

Khlim mengunjungi Emirates (Arsenal) Stadium, London ditengah kesibukan studi magisternya.
Khlim mengunjungi Emirates (Arsenal) Stadium, London ditengah kesibukan studi magisternya. sumber dokumen pribadi

Sedangkan dalam konteks studi, berbagai risiko terkait kesehatan dan Covid-19 selama menjalani studi menjadi tantangan sendiri bagi Khalim. Jarak dan keterbatasan pertemuan fisik sering sekali menyebabkan perasaan terisolasi, yang kemudian berimbas pada mental health. Tantangan berikutnya adalah senantiasa menjaga fokus dan resilience untuk menghadapi banyaknya bacaan, tugas, dan kegiatan di tengah singkatnya studi di UK. Ini semua harus disiasati dan dipetakan dengan time management yang baik. Terlebih melihat perubahan panjang siang dan malam hari yang cukup ekstrim tiap berganti musim di UK.

Pada akhirnya, pandemi memang menjadi tantangan tersendiri. “There will always be tough times, but there must always be precious lessons we could learn from them. The key to passing them succesfully is embrace the challenges and realize the boundless possibilites amid those bounded times,” tutup khalim dalam wawancara ini.

———–

Khalim berfoto di The Shard, London. sumber dokumen pribadi
Khalim berfoto di The Shard, London. sumber dokumen pribadi

Artikel ini ditulis oleh Ivone Marselina Nugraha, columnist IM Europe & UK, hasil wawancara dengan Ngabdul Khalim dengan profil:

Ngabdul Khalim merupakan founder dan CEO ENGLISH++ (englishplusplus.id), startup yang bergerak di bidang bahasa Inggris. Pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini adalah penerima beasiswa LPDP yang tengah mengenyam studi MA English Linguistics di UCL, Inggris. Di samping itu, Khalim juga seorang pengajar, penulis, dan penerjemah. Khalim dapat disapa melalui: IG @kangkhalim, FB @Kang Khalim, LinkedIn @Ngabdul Khalim.

———–

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here