Cerita Raisa Annisa Diterima di dua Kampus Top Dunia: Thanks to PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal

0
915

Bekerja selama lima tahun lebih sebagai ASN peneliti kebijakan di sebuah lembaga negara membuat Raisa Annisa (Master of Public Policy Lee Kuan Yew School of Public Policy) merasa terpanggil untuk kembali melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Tentunya diperlukan persiapan yang matang untuk mempersiapkan pendaftaran ke jenjang PhD. Di artikel ini, Raisa menceritakan pengalamannya mengikuti program PhD Bootcamp dari Indonesia Mengglobal di tahun 2021 yang mengantarkannya untuk meraih Letter of Acceptance (LoA) dari dua program PhD di kampus-kampus top dunia”

Berkenalan dengan Program Indonesia Mengglobal

Setelah bekerja selama lima tahun lebih, saya merasa perlu untuk meng-upgrade ilmu saya dengan menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, saya telah meniatkan untuk studi PhD di bidang yang saya geluti, yaitu kebijakan publik. Sebagai ASN peneliti kebijakan di sebuah lembaga negara, studi PhD tentunya akan membantu saya untuk mengembangkan karir saya.

Saya mengetahui program PhD Bootcamp dari suatu acara di kantor saya. Setelah itu, saya mengikuti akun media sosial Indonesia Mengglobal dan saya menemukan pendaftaran program PhD Bootcamp. Saya kemudian mencoba mendaftar di program tersebut. Pada saat itu, saya tidak memiliki ekspektasi apa-apa. Setelah melalui proses seleksi, saya akhirnya diterima menjadi salah satu dari 41 peserta PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal 2021.

Mengikuti Program PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal 2021

Dikarenakan pandemi COVID-19, semua proses seleksi sampai dengan pelatihan PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal 2021 dilaksanakan secara daring. Menariknya, panitia program ini menjalankan program dengan sangat baik dan professional. Kami mendapatkan narasumber-narasumber terbaik dari berbagai macam negara, yang tentunya dengan timezone yang berbeda-beda pula, namun tetap dapat dihadirkan untuk berbagi pengalaman dengan kami.

Mentor dan Mentee Program PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal 2021. Sumber: Dokumentasi Panitia.

Di awal pertemuan, kami mendapatkan materi mengenai Introduction to PhD. Selanjutnya, kami juga belajar mengenai jalur-jalur pendaftaran untuk program PhD di luar negeri, cara membuat proposal studi dan cara mengirimkan e-mail ke calon supervisor.

Kami diberikan tugas untuk membuat proposal serta draft e-mail, yang kemudian diberikan feedback oleh mentor kami yang dipasangkan berdasarkan dengan kecocokan field of study. Tugas-tugas inilah yang membuat kami mau tidak mau termotivasi untuk membuat proposal dengan jangka waktu yang telah ditentukan.Kami juga diberikan materi Life as PhD, dimana kami mendapat tips tips untuk menjalankan kehidupan PhD dengan berbagai peran yang mungkin kita jalani, baik sebagai single, istri, suami, ibu atau membawa keluarga.

Dikarenakan dilaksanakan secara daring, saya belum sempat bertemu langsung dengan rekan-rekan sesama peserta PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal. Namun saya merasa grup tersebut dapat memberikan motivasi positif karena kami saling berbagi kabar dan motivasi untuk proses pendaftaran PhD kami. Satu hal menarik lainnya yang saya pelajari adalah bahwa untuk mendaftar program PhD, tidak harus melulu dengan memiliki publikasi di jurnal Q1 dan bekerja di bidang akademis. Background professional juga sangat dipertimbangkan.

Setelah menyelesaikan bootcamp, saya segera mendaftar ke beberapa kampus. Pertama, saya mendapakan conditional LoA dari University of Auckland sebab saya belum sempat tes IELTS. Saya diharuskan mendapatkan skor IELTS terbaru sebab saya sudah lulus study S2 lebih dari lima tahun. Selanjutnya saya mendaftar ke University of Sydney, sembari menyiapkan diri untuk pendaftaran beasiswa.

Pada akhirnya, saya berhasil mendapatkan LoA untuk melanjutkan studi PhD di bidang Social and Political Science di University of Sydney, Australia, dan di bidang Public Policy di The University of Auckland di New Zealand.

University of Sydney, salah satu kampus tujuan PhD Raisa Annisa. Sumber: sydney.edu.au

Alasan untuk Mendaftar PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal

Saya memiliki beberapa alasan mengapa sangat perlu untuk mendaftar di PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal.

Pertama, i’ts practicality. Semua hal yang diajarkan di PhD Bootcamp sangatlah berguna, dimulai dari pengenalan studi PhD sampai dengan hal-hal teknis seperti cara membuat e-mail.

Kedua, jejaring yang dibentuk selama mengikuti program. Saya merasa saya mendapat banyak sudut pandang baru dengan mendengarkan ide-ide dari para peserta program. Apalagi para peserta program PhD Bootcamp ini berasal dari berbagai macam daerah dan latar belakang pendidikan.

Ketiga, program yang terstruktur membuat saya dapat menyelesaikan proposal studi saya dengan feedback yang sangat membangun dari para mentor.

Singkatnya, PhD Bootcamp membantu saya untuk put into action keinginan saya untuk melanjutkan PhD sejak lama.

Oleh karena itu, saya sangat menyarankan bagi teman-teman yang bercita-cita untuk menempuh PhD di luar negeri untuk mendaftar di program PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal. Di kantor sendiri, rekan-rekan kerja saya melihat saya dengan mudahnya mendapatkan LoA. Padahal kenyataannya, proses persiapan sudah dilakukan sejak tahun 2021 dengan program PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal yang tentunya sangat membantu. Terima kasih Indonesia Mengglobal!

PhD Bootcamp Indonesia Mengglobal 2022 telah dibuka. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari PhD Indonesia Mengglobal Bootcamp 2022 dengan informasi sebagai berikut:

Open Recruitment PhD Bootcamp 2022. Source: Indonesia Mengglobal
Participants’ Criteria for PhD Bootcamp 2022. Source: Indonesia Mengglobal
Workshop Content for PhD Bootcamp 2022. Source: Indonesia Mengglobal


Instagram: @IndonesiaMengglobal 
Email: hello@indonesiamengglobal.com 

__

PROFILE

Raisa Annisa merupakan menempuh pendidikan S1 di Universitas Indonesia (Bachelors of Econocmis – Accounting). Raisa melanjutkan pendidikan S2 di Lee Kuan Yew School of Public Policy di bidang Public Policy. Kini, Raisa bekerja sebagai ASN peneliti kebijakan di sebuah lembaga negara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here